batampos.co.id – Meskipun belum ada keputusan jadi atau tidaknya Jembatan Batam-Bintan (Babin) dibangun dengan sistem Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah Provinsi Kepri memutuskan untuk menunda sejumlah proyek strategis tahun anggaran (TA) 2021 ini. Anggaran tersebut akan dialihkan untuk menuntaskan pekerjaan pendukung yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan dilakukannya rasionalisasi terhadap sejumlah kegiatan strategis tahun 2021 ini. Pertama untuk menyiasati terjadinya defisit anggaran yang disebabkan berkurangnya dana transfer pusat.

Kedua adalah untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) sejumlah kegiatan termasuk pembabasan lahan bagi pembangunan Jembatan Babin.


“Belum bisa dipastikan berapa banyak kegiatan strategis yang masuk dalam daftar rasionalisasi. Pastinya akan diputuskan dalam pembahasan APBD Perubahan TA 2021 mendatang,” ujar Arif Fadillah, Jumat (11/6) lalu di Masjid Raya Dompak, Tanjungpinang.

Pria yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, DED yang dirancang lewat APBD Perubahan TA 2021 nanti adalah untuk mendukung rencana-rencana pembangunan pada TA 2022 nanti. Karena ada kegiatan-kegiatan yang akan didukung oleh Pemerintah Pusat. Namun DED-nya dibuat oleh Pemerintah Daerah.

Ditanya apakah ada kemungkinan penyelesaian mega proyek G12 Tanjungpinang dilanjutkan pada tahun ini? Mengenai hal itu, Sekda belum bisa memastikan karena masih dalam tahapan pembahasan. Menurutnya, pembahasan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemegang proyek strategis akan disampaikan ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Karena gubernur sebagai pemegang kebijakan tertinggi.

“Memang untuk kelanjutan pembangunan G12 tinggal pengaspalan jalannya saja. Sekarang ini memang belum bisa kita simpulkan berapa banyak kegiatan strategis yang dirasionalisasi. Namun sebagian kegiatan sudah mulai berjalan dan ada juga yang dalam proses lelang,” tutup Arif Fadillah.(*/jpg)