batampos.co.id – Tempat Hiburan Malam (THM) di Batam tetap dilarang beroperasi atau membuka usahanya hingga 24 Juni mendatang.

Larangan itu tertulis dalam surat edaran (SE) yang ditandatangani Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, perihal pencegahan penyebaran Covid-19 yang jumlah kasusnya masih cukup tinggi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan, bahwa SE yang ditandatangani Wali Kota
Batam itu berlaku hingga satu bulan, yakni dari 24 Mei hingga 24 Juni.


Surat itu juga sudah dibagikan dan diketahui oleh sejumlah THM
di Kota Batam.

“Yang boleh buka itu hanya restoran dan tempat makan, waktu bukanya pun terbatas hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan THM, sama sekali tak boleh buka,” terang Ardi.

Dikatakannya, hampir setiap malam tim pengawas melakukan patroli dan pengawasan di berbagai lokasi THM.

Hasilnya, hampir 20 hari sejak SE itu keluar, pihaknya tak menemukan THM yang bandel atau melanggar aturan.

Kecuali, waktu awal SE itu keluar, beberapa THM belum mengetahui dan kemudian ditegur dan diberi peringatan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini (kemarin) kami belum ada mengeluarkan surat peringatan atau sanksi,” ujarnya.

Menurut dia, para pengusaha hiburan malam di Batam sudah mengerti larangan tersebut. Apalagi, sanksi yang diberikan untuk THM yang bandel tak main-main, yakni hingga pencabutan izin usaha.

“Sudah siapkan sanksi, mulai peringatan, surat peringatan, hingga pencabutan izin usaha. Dan alhamdulillah mereka mengerti,” jelas Ardi.

Di sisi lain, Ardi berharap agar masyarakat yang berada di luar rumah, terutama yang tengah berwisata ke pantai atau mal, tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes).

Jangan sampai kasus Covid-19 kembali naik seperti beberapa waktu lalu.

“Memang ada sedikit penurunan (kasus), namun tetap masih tinggi. Karena itu, kita tetap mematuhi protkes dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, sehingga angka Covid-19 benar-benar tak ada,” imbuh Ardi.

Masih kata Ardi, Kota Batam direncanakan akan menjadi daerah percontohan Travel Bubble wisatawan asing dari Singapura.

Salah satu syaratnya adalah angka Covid-19 harus melandai.

“Nah, angka Covid-19 di Batam menentukan jalur ini dibuka atau tidak. Jika masih tinggi, kecil kemungkinan akan terlaksana. Karena itu, marilah sama-sama menjaga kesehatan kita dan orang lain, dengan mematuhi protkes,” pungkas Ardi.

Pertengahan pekan sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, mengatakan, tempat hiburan dan arena permainan akan ditutup selama sepekan.

Hal itu diharapkan dapat menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi selama sebulan terakhir.

“Jadi tidak ada yang boleh buka, jika ditemukan akan diberi sanksi tegas,” ujar Yos.

Selain arena permainan dan THM, petugas juga menertibkan lokasi kuliner yang beroperasi di atas pukul 21.00 WIB.

Dalam kegiatan ini, petugas juga mengimbau pedagang ataupun restoran untuk tidak menyediakan meja atau kursi.

“Hanya diperbolehkan take away atau bungkus makanan dan drive thru (layanan tanpa turun),” katanya.(jpg)