batampos.co.id – Polisi melakukan rekonstruksi atas kasus pembunuhan Dewi Permatasari, istri yang dibunuh oleh suaminya sendiri, Andri Arisandi di Kabil, Nongsa, Kota Batam, Senin (14/6/2021).

Dari rekonstruksi yang dijalani pelaku, terlihat ada 23 reka adegan. Pada adegan keenam, merupakan yang paling fatal.

Dimana, Andri membunuh dengan cara mencekik leher istrinya usai berhubungan badan.


”Adegan 6 ini paling menonjol,” kata Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Fian Sofyan, Senin (14/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dari berbagai adegan yang diperagakan pelaku, Syofian mengatakan, semuanya cocok
dengan seluruh pengakuan korban, bukti dan keterangan para saksi.

”Proses rekonstruksi kami jalankan sesuai keterangan pelaku dan saksi yang ada di berita acara. Selain itu, tidak ditemukan adanya fakta-fakta baru,” tuturnya.

Usai melakukan pembunuhan ini, korban segera menyerahkan diri ke Polsek Nongsa. Reka adegan ini berjalan lancar dengan pengamanan ketat oleh petugas dari jajaran Polsek Nongsa.

Proses ini berlangsung singkat. Pelaku juga tidak banyak bicara selama proses rekonstruksi ini.

Terkait dengan motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku, Syofian mengaku sejauh ini adalah akibat cemburu.

Pelaku yang selama ini berada di Malaysia, mendengar kabar miring soal istrinya.

”Beberapa kali sebelumnya mereka sudah cekcok, akibat kabar-kabar yang didengar
pelaku ini,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 44 Ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga, Jo pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

”Kami akan segera melakukan mengirimkan berkas kasus ini ke kejaksaan,” tutur Syofian.(jpg)