batampos.co.id – Provinsi Kepulauan Riau ternyata memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbanyak dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, sebelum KEK BAT dan NDP, sebelumnya Galang Batang yang berada
di Kabupaten Bintan telah ditetapkan sebagai KEK.

“KEK MRO BAT dan NDP melengkapi KEK yang sudah diberikan sebelumnya yakni Galang Batang. Sehingga di Indonesia Provinsi Kepri memiliki KEK terbanyak dibandingkan provinsi lainnya,” ujarnya, belum lama ini.


Ia menyatakan pemberian KEK MRO BAT dan NDP dimaksudnya untuk mendorong investasi di Kota Batam.

Seperti di NDP kata dia, dengan ditetapkan sebagai KEK, di NDP saat ini sudah ada investor yang akan menanamkan modalnya.

“Di NDP ini sudah confirm langsung itu USD300 juta dan yang prospektif USD1,5 miliar dan ditargetkan pemerintah (nilai investasinya,red) hingga USD4 miliar,” jelasnya.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (dua dari kiri) menyerahkan PP Nomor 68 tentang Nongsa Digital park kepada Chairman Citra Mas Group, Kris Wiluan. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Menurutnya nilai investasi US1,5 miliar dolar hanya sebesar 150 megawatt data center. Karena itu lanjutnya pemerintah menargetkan nilai investasi di NDP bisa mencapai US4 miliar dolar atau setara dengan 400 megawatt data center.

“Karena di Batam ini ada usulan untuk green energy yang menjadi persyaratan untuk pengembangan data center dan hari ini berbasis gas dan itu sudah memenuhi persyaratan. Maka kalau ditambah gas dan solar maka tenaganya akan lebih kencang,” tuturnya.

Karena itu kata dia, ditargetnya dinaikkan dua kali lipat tentunya KEK BAT dan NDP dapat menjadi ground fill project.

Ia juga berharap nantinya apple academy yang sudah berada di NDP bisa direflikasi dalam industri laptop.

“Ini merupakan bagian dari kemenperin baik dari sisi hardware tapi juga softfware sehingga bisa didorong dan direflikasi dalam industri laptop. Karena laptop ini masuk dalam program pemerintah terutama di sektor pendidikan banyak membutuhkan laptop,” katanya.

Selain itu ia juga meminta Tenaga Kerja Dalam Negeri (TKDN)-nya didorong bukannya hanya dari segi hardware tapi juga software.

Sehingga lanjutnya NDP bisa menjadi tuan rumah.

Sementara itu Chairman Citramas, Kris Wiluan, mengatakan, setelah penetapan NDP sebagai KEK pihaknya menerima konfirmasi awal dari beberapa calon investor yang akan menanamkan modalnya di kawasan NDP.

“Dengan nilai investasi awal USD300 juta,” tuturnya.(esa)