batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2021 mengalami surplus sebesar USD 2,36 miliar. Angka ini berasal dari sektor nonmigas USD 3,49 miliar, dan defisit USD 1,13 miliar di sektor migas.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, selama Januari hingga Mei 2021 neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 10,17 miliar. Rinciannya, pada Januari surplus USD 2 miliar, Februari surplus USD 2,01 miliar, Maret surplus USD 1,57 miliar, April surplus USD 2,19 miliar, dan Mei Surplus USD 2,36 miliar.

“Neraca perdagangan barang Indonesia Januari-Mei 2021 surplus USD 10,17 miliar,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/6).


Suhariyanto menjabarkan, nilai impor Indonesia per Mei 2021 mencapai USD 14,23 miliar. Angka tersebut turun 12,16 persen dibandingkan April 2021, namun naik 68,68 persen dibandingkan Mei 2020.

Sementara, nilai ekspor Indonesia per Mei 2021 mencapai USD 16,60 miliar. Nilai tersebut turun sebesar 10,25 persen dibanding ekspor April 2021. Namun, jika dibandingkan dengan ekspor Mei 2020 nilai ekspor naik cukup signifikan sebesar 58,76 persen.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan surplus Januari hingga Mei tahun tahun ini yang sebesar USD 10,17 miliar, angka ini juga jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar USD 4,18 miliar.

“Kita harap ke depan neraca perdagangan kita terus surplus dengan tren yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.(jpg)