batampos.co.id – Arus penumpang yang lalu lalang di Bandara Hang Nadim diperkirakan akan tetap melandai hingga akhir 2021.

Jumlah penumpang yang berangkat maupun datang, diperkirakan tidak akan naik secara signifikan.

Namun, kondisi itu diperkirakan akan berubah pada 2023 mendatang. Direktur BUBU Hang Nadim, Amran, mengatakan, peningkatan ini disebabkan masih rendahnya animo masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar daerah.


”Jika ada momen liburan atau perayaan hari besar, peningkatan hanya naik sedikit saja. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Amran, Selasa (15/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos..

Ia mengatakan, International Air Transport Association (IATA) sudah memprediksi industri penerbangan di Indonesia baru akan benar-benar bergerak pada 2023.

Kondisi ini tidak hanya di Indonesia, tapi negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik.

”Dua tahun ke depan, kondisinya masih sama lah. Belum akan bisa (meningkat) seperti 2017 lalu,” tuturnya.

Maskapai penerbangan Batik Air melaju di landasan Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Jumlah penumpang yang berangkat dan datang di Hang Nadim hanya berkisar 6 ribuan
orang. Tapi, jika dibandingkan dengan masa peniadaan perjalanan beberapa waktu lalu, jumlah itu sudah sangat banyak.

”Masa peniadaan itu, satu hari cuma satu dan dua pesawat berangkat. Bahkan ada satu
hari tidak ada pesawat yang datang atau pergi,” tuturnya.

Ia mengaku, untuk kembali ke titik 2017, membutuhkan waktu cukup lama. Karena saat itu, ada sekitar 140 penerbangan dan penumpang rerata 12 ribu, baik berangkat maupun datang.

”Harapan kami semua, semoga bisa membaik kondisi ini. Sehingga semua pihak bisa beraktivitas seperti dulu lagi,” ungkapnya.

Amran mengatakan, peningkatan jumlah penumpang bisa terjadi juga, apabila pandemi sudah berakhir. Atau setidaknya, kondisi industri manufaktur dan pariwisata kembali membaik.

Kondisi ini tentunya akan direspons masyarakat dengan kembali melakukan perjalanan ke
luar daerah.

Tourism (pariwisata) menggeliat lagi, bisnis penerbangan akan kembali bangkit,” tuturnya.

Ia berharap, vakasinasi dapat berjalan lancar. Sehingga, herd immunity dapat terbentuk di Indonesia.

Sehingga, kondisi kembali normal seperti dulu lagi. GM Bandara Hang Nadim, Benny Syahroni, mengaku, penurunan jumlah penumpang diikuti tren berkurangnya jumlah penyewa gerai di Bandara Hang Nadim.

Benny mengaku, beberapa penyewa belum kembali beroperasi disebabkan jumlah penumpang yang masih rendah.

”Walaupun begitu, saat ada tenant yang pergi, tapi masih ada juga yang masuk. Harapan
kami, kondisi segera membaik, sehingga dapat meningkatkan perekonomian di berbagai
sektor,” ucapnya.(jpg)