batampos.co.id – Cuaca Batam saat ini cenderung berubah-ubah. Potensi hujan bisa naik maupun turun. Selasa (15/6/2021) kemarin, potensi hujan meningkat.

Hujan mengguyur sebagian besar wilayah Batam dengan intensitas ringan hingga sedang. Sementara hari ini (16/6/2021), secara umum kondisi cuaca diprakirakan berawan.

Namun, tetap ada potensi hujan ringan hingga sedang di siang hari.


”Hal ini disebabkan kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah, sehingga kurang
mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Hang Nadim, Rizky F Widowati, Selasa (15/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rizky menjelaskan, kondisi cuaca Batam saat ini sangat fluktuatif, hari ini bisa panas dan esoknya diperkirakan hujan akan turun.

Awan hitam menyelimuti area Dam Duriangkang. BMKG memprakirakan hujan petir di Kota Batam akan meningkat. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Kondisi ini disebabkan Batam memasuki masa peralihan dari curah hujan tertinggi ke
rendah. Masa peralihan ini cenderung bersifat lebih kering, karena curah hujan tidak setinggi di bulan Mei.

Kondisi ini akan berlangsung dari Juni hingga Oktober. Cuaca cukup basah dan potensi hujan tinggi akan terjadi di November dan Desember.

Rizky mengatakan, untuk gelombang di perairan Kepri cenderung aman dan normal.
Sebelumnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman,
mengingatkan warga Batam bahwa saat masa peralihan sering terjadi gusty, yakni angin
kencang yang terjadi sesaat.

Gusty biasanya terjadi di sekitar pesisir pantai. Selain gusty, potensi terjadi puting beliung juga meningkat.

”Saat ini angin kencang, puting beliung dan petir akan ada. Sehingga ini juga perlu
diwaspadai masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir,” ucapnya.

Sehari sebelum terjadinya gusty maupun angin puting beliung, biasanya suhu terasa panas dan terik dari sore hingga malam.

Lalu, di pagi hari cerah hingga pukul 10.00 WIB. Setelah itu, akan terlihat awan
comulonimbus.

”Apabila ada hal itu, maka akan ada potensi terjadinya gusty atau angin puting beliung.
Masyarakat bisa tandai, gusty maupun angin puting beliung, selalu ada pembentukan awan comulonimbus,” tuturnya.(jpg)