batampos.co.id – Setelah keputusan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini, pemerintah diminta tetap melobi pemerintah Arab Saudi. Tujuannya, akses pengiriman jamaah umrah bisa kembali dibuka.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M. Nur mengatakan, musim umrah akan dibuka kembali pada awal Muharam atau pertengahan Agustus. Dia berharap Kementerian Agama (Kemenag) serta kementerian dan lembaga terkait maksimal menjalankan diplomasi ke Arab Saudi.

”Terutama masalah suspend penerbangan dari Indonesia ke Saudi dan sebaliknya. Kami berharap suspend tersebut bisa dibuka,” katanya kemarin (14/6).


Karena ada kebijakan suspend, travel umrah tidak bisa mengirimkan jamaah ke Tanah Suci. Lebih dari setahun terakhir, travel umrah di Indonesia nyaris nihil pemasukan.

Menurut dia, banyak alasan yang bisa disampaikan saat diplomasi ke Saudi untuk mencabut suspend bagi Indonesia. Di antaranya, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah berjalan maksimal. Sebab, vaksinasi Covid-19 di Indonesia menjadi program nasional dan dipantau terus oleh Presiden Joko Widodo.

Firman berharap, ketika akses pengiriman jamaah umrah berjalan, jamaah yang sudah divaksin tidak perlu mengikuti karantina. ”Sebab, orang yang sudah divaksin mestinya telah memiliki imunitas dibanding yang belum divaksin,” tuturnya. Dengan demikian, setiba dari ibadah umrah, jamaah yang sudah divaksin bisa langsung pulang.

Firman juga berharap pemerintah memberikan perhatian kepada para travel umrah. Di lapangan, banyak pelaku usaha travel umrah yang terlilit masalah keuangan karena tidak ada pemasukan.(jpg)