batampos.co.id – Krisis vaksin di Batam dikeluhkan masyarakat yang sudah antusias datang ke sentra-sentra pelayanan vaksinasi, Kamis (17/6). Tak sedikit mereka rela antre dari subuh, namun tak semua dilayani karena vaksin yang tersedia terbatas.

Seperti kegiatan vaksinasi yang digelar Polsek Batam Kota bekerja sama dengan UPT Puskesmas Baloi Permai yang mengambil tempat di Mega Mall Batam Center, kemarin. Antusiasme masyarakat Kota Batam untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sangat tinggi.

Sayangnya, antusiasme warga mendapat vaksin Covid-19 itu tidak disertai pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan (protkes).


Pantauan Batam Pos, warga terlihat berdesak-desakan tanpa menerapkan protkes seperti menjaga jarak. Sejumlah anggota Polsek Batam Kota yang jumlahnya terbatas sempat kewalahan, meksi kemudian berhasil menertibkannya.

Sri, warga Batam Kota, berharap bisa mendapatkan vaksinasi. Sebab, ia khawatir dengan aturan dari pemerintah pusat bagi masyarakat yang belum divaksin tidak mendapatkan pelayanan administrasi di pemerintahan. Alasan lainnya, supaya bisa memudahkan dirinya dalam bepergian ke luar kota atau keluar negeri.

”Kalau nanti kita bepergian tidak perlu lagi polymerase chain reaction (PCR), tidak perlu lagi GeNose, tidak perlu lagi rapid test. Dengan menunjukkan surat vaksin, kita sudah bisa terbang. Kita juga pasti ada keluar kota. Itu salah satunya juga, makanya saya mau ikut vaksin,” ujarnya saat ditemui di Mega Mall, kemarin.

Meski sudah ikut antrean sejak pukul 06.00 WIB, dia gagal divaksinasi lantaran formulir yang disediakan panitia habis. Hal senada juga disampaikan Syafei. Dia mengaku kecewa dengan sistem vaksinasi saat ini yang tidak menginformasikan pengambilan formulir.

Seharusnya, pemerintah daerah bisa melibatkan perangkat RT/RW untuk mendata warganya. Sehingga dengan data tersebut bisa diatur waktu vaksinasi supaya tidak terjadi kerumunan.

Apalagi, kata Syafei, masyarakat sudah meninggalkan pekerjaan, keluarga, ataupun keperluan lain untuk bisa divaksin. Dia yang datang bersama istrinya kecewa. ”Seharusnya, jika vaksinasi itu dibuka untuk umum, petugas menyiapkan formulir ter- sebut di lokasi dan langsung dibagikan kepada masyarakat yang tiba duluan. Ini tidak, orang datang ramai berkerumun tiba-tiba dapat pengumuman formulirnya habis,” ujarnya.

”Formulir itu habis, kapan dibaginya. Kemudian vaksin habis, kapan dilaksanakan? kok vaksin sudah habis. Sementara kami jam 6 sudah ada di sini. Bahkan ada orang yang sudah dari setengah 6 sudah ada di sini, masih gelap. Jadi, itu yang buat kecewa masyarakat,” kesal dia.

Ia telah berusaha ke beberapa tempat agar mendapatkan jatah vaksinasi. Bahkan, kedatangannya ke Mega Mall kemarin, adalah tempat ketiga yang didatanginya. Pertama, ia dan keluarga mendatangi Mall Botania 2 (MB-2) pada sesi kedua. Pe- tugas saat itu mengatakan bahwa kuota untuk vaksinasi sudah habis.

Lalu, ia mendatangi Sport Hall Temenggung Abdul Jamal. Syafei bersama istrinya mendatangi Sport Hall Temenggung Abdul Jamal setelah ada informasi kuota sebanyak 5.000. Namun sesampainya di sana, sudah terjadi penumpukan massa sehingga ia
membatalkan niatnya untuk ikut vaksinasi. ”Sekarang ini bukan kita mau mendapatkan antivirus tapi kita berlomba-lomba untuk masuk ke klaster baru. Ini, kita bukan mencari vaksin, ini mencari penyakit,” sindirnya.(*/jpg)