batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, mengatakan, pihaknya sudah membawa tambahan 9.268 vials vaksin Sinovac dan AstraZeneca untuk Pemko Batam, Rabu (16/6/2021) lalu.

Sehingga tidak ada alasan lagi masyarakat yang tidak dilayani dengan alasan kehabisan stok vaksin.

“Kami pastikan stok vaksin untuk kabupaten/kota di Provinsi Kepri selalu tersedia. Karena sejak tiba di Tanjungpinang, Rabu (16/6) vaksinvaksin tersebut langsung disebar ke kabupaten/kota,” ujar Marlin, didampingi Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, di Gedung Daerah, Tanjungpinang.


Dijelaskannya, vaksin yang dibawa untuk Kota Batam tersebut terdiri 3.000 vials Sinovac dan 6.268 vials vaksin AstraZeneca. Pemprov Kepri, kata Marlin, akan selalu menjaga stok vaksin di setiap kabupaten/kota agar selalu tersedia.

Ditanya terkait banyaknya keluhan masyarakat yang lambat direspons untuk mendapatkan pelayanan vaksin di Batam, ia mengatakan akan melakukan kroscek ke Pemko Batam.

“Saya belum tahu apa yang menjadi penyebab. Nanti klarifikasi lagi ke Pemko Batam. Yang jelas kami sudah memberikan tambahan vaksin untuk setiap kabupaten/kota, termasuk Kota Batam,” tegas Marlin.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, menambahkan, pada Rabu (16/6) sore, Kepri mendapatkan tambahan sebanyak 19.628 vials vaksin yang terdiri AstraZeneca 7.628 vials dan Sinovac 12.000 vials.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, tambahan vaksin tersebut langsung dibagi-bagi ke setiap kabupaten/kota.

“Untuk Kota Batam memang dibawa langsung Ibu Wagub pada Rabu (16/6) malam. Karena kepedulian masyarakat untuk ikut vaksin meningkat belangkangan ini,” ujar Arif.

Kemarin, sebanyak 4.000 dosis vaksin juga disebar ke Karimun. Kemudian, Kota Tanjungpinang sebanyak 2.000.

Sedangkan Natuna dan Anambas masing-masing dibagi 1.000 dosis vaksin Sinovac. Sementara semua vaksin AstraZeneca yang ada di Natuna dan Anambas ditarik untuk disebar ke Batam, Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan.

“Karena Natuna dan Anambas sedikit lambat pergerakan vaksinasinya, makanya kami tarik dan diganti dengan Sinovac. Mengingat masa kedaluwarsa vaksin AstraZeneca yang di Anambas dan Natuna tersebut akan berakhir pada 30 Juni 2021 mendatang,” jelas Arif.

Disebutkan Arif, proses vaksinasi di Tanjungpinang dan Bintan sudah mendekati 40 persen dari target. Ia optimistis target 50 persen di setiap kabupaten/kota sampai akhir Juni 2021 ini tercapai.

“Belum lama ini kita mendapatkan limpahan 1.000 lebih yang ditarik pemerintah pusat dari Pemprov Sulut. Vaksin ini adalah upaya kita untuk menekan penyebaran Covid-19 Provinsi Kepri. Sehingga Provinsi Kepri bisa segera bangkit,” tutup Arif.(jpg)