batampos.co.id – Kasus harian Covid-19 di Batam yang terus berada di atas 100 orang, membuat positif rate Batam sangat tinggi.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyarankan tracing, testing, dan isolasi diperketat.

”Melihat data (harian tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, red), saat ini penularan di masyarakat memang sedang tinggi-tingginya. Maka, pengetatan, pembatasan penduduk keluar masuk, menjadi solusi atas kasus di Batam,” ujar Pandu seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Jumat (18/6/2021).


Diakui Pandu, ada sisi dilematis jika dilakukan pengetatan pergerakan di masyarakat, karena Batam daerah terbuka, baik secara nasional maupun internasional.

Sehingga, sangat sulit dilakukan pembatasan pergerakan masyarakat. Solusinya, kata Pandu, selain meningkatkan tracing dan testing, menggalakkan vaksinasi di setiap wilayah Batam.

Vaksinasi juga mengutamakan orang-orang memiliki efek berat, apabila terjangkit Covid-19.

”Orang-orang tua, 50+ harus segera divaksin. Sehingga mereka
terlindungi dari dampak berat Covid-19. Hal ini terjadi di Inggris, saat ada ledakan kasus lagi, jumlah kematiannya rendah,” tuturnya.

Vaksinasi, kata Pandu, menjadi kunci untuk mengurangi angka kematian akibat Covid-19.

Data tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam menunjukkan pada Jumat (18/6/2021), jumlah kasus positif mendekati angka 200 orang, tepatnya 189 orang.

Dari jumlah itu, 125 kasus baru bergejala dan 56 tanpa gejala, serta 8 kasus konfirmasi kontak. Dua di antaranya meninggal dunia.

Dengan penambahan 189 kasus baru itu, maka total kasus positif Covid-19 di Kota Batam sudah 11.575 orang.

Sementara yang sembuh kemarin tercatat 172 orang, sehingga total yang sembuh sejak kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Batam mencapai 10.116 (87,39persen).

Sementara, total angka kematian 240 orang (2,07 persen), sedangkan yang dirawat saat ini 1.219 orang (10,53 persen).

Sementara itu, terkait vaksinasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, mengatakan, pihaknya terus mengirimkan vaksin ke Batam.

Ia mengaku sebanyak 6.000 vials vaksin dikirimkan telah habis.

”Hari ini (kemarin, red) kami kirimkan lagi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, serapan vaksin di Kepri, khususnya Batam cukup tinggi. Setiap harinya ribuan orang mendapatkan vaksinasi.

”Tingginya animo masyarakat ini, menyebabkan pemerintah pusat terus mendukung kita (Kepri). Mereka terus mengirimkan vaksin ke sini. Hari ini (kemarin, 18/6) ada sekitar 11 ribu vials vaksin datang dan akan disebarkan lagi ke seluruh Kepri,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai tingginya tingkat kematian, Bisri sependapat dengan Pandu Riono.

”Angka kematian ini menyasar para lansia. Oleh sebab itu, para lansia yang ada di rumah, bawa ke pusat-pusat vaksinasi. Hal ini agar mencegah mereka efek berat Covid-19,” imbuhnya.

Selain vaksin, Bisri meminta masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap protokol kesehatan (protkes).

Hal ini sangat penting, karena dapat memutus mata rantai
penyebaran Covid-19.

Tingginya angka penularan Covid-19 membuat petugas pengujian sampel swab bekerja keras dari pagi hingga malam.

Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, P Budi Santosa, mengatakan, sudah mengoperasikan sebanyak empat mesin PCR (polymerase chain
reaction). Namun, sampel yang masuk sangat banyak.

”Sehari itu ada 600-an sampel yang masuk dan harus kami
periksa,” sebutnya.

Sejauh ini, lanjut Budi, tidak ada kendala dalam alat maupun sumber daya manusianya.

”Untuk varian yang banyak ditemukan di Kepri itu, B1525
dan B117,” ungkapnya.(jpg)