batampos.co.id – Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, stok vaksin saat ini cukup untuk satu minggu ke depan.

Berdasarkan data total vaksin sementara ada 50 ribu untuk
jenis AstraZeneca dan 30 ribu dosis Sinovac.

”Yang AZ (AstraZeneca) kan diambil dari daerah lain, sama kita selesailah dalam waktu satu minggu ini. Belum lagi yang Sinovac. Stok sampai akhir bulan cukup lah,” kata Didi, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Vaksin saat ini sudah disebar ke puskesmas dan lokasi pelaksanaan seperti di Temenggung Abdul Jamal dan lainnya untuk penyuntikan dosis pertama dan kedua.

”Khusus guru itu dosis kedua kita sudah mulai. Jadi tidak hanya dosis pertama yang kami laksanakan kali ini,” tuturnya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari provinsi, awal Juli nanti akan datang lagi vaksin AstraZeneca yang masa berlakunya cukup panjang.

Kedatangan vaksin ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan saat ini, dan jumlahnya bisa lebih banyak, sehingga proses vaksinasi
bisa berlanjut.

Didi menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi massal masih terus berlanjut. Pertama, vaksinasi massal pegawai dan napi di Lapas Barelang, ditargetkan 600 orang.

Kedua, vaksinasi massal di Temenggung Abdul Jamal ditargetkan 2.500 orang. Ketiga, vaksinasi massal guru-guru (Nongsa, Bengkong, Batam) di Sekolah Yos Sudarso (batal, red) dengan target 4.000 orang.

Keempat, vaksinasi massal (Lubukbaja dan Batuampar) di Sekolah Pelita Utama ditargetkan 1.200 orang.

Kelima, vaksinasi karyawan PT Giken Precision Indonesia di Komplek Citra Buana Industri Park II Lot 2 Kampung Seraya Batuampar 2.200 orang.

Sejak terbit Perpres Nomor 14 Tahun 2021, animo masyarakat semakin tinggi untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Setiap hari ribuan orang divaksin, dan itu menguras tenaga baik tenaga medis maupun sasaran vaksin.

”Semua sudah terjun untuk vaksinasi ini. Jadi, harapan kami target bisa tercapai pastinya,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, layanan vaksinasi di Puskesmas Batuaji belum dibuka.

Layanan vaksinasi ditutup sejak Kamis (17/6) lalu karena kehabisan vaksin. Pihak puskemas berencana akan membukanya kembali.

”Belum, karena selain petugas kami masih fokus dengan layanan vaksinasi massal di tempat lain, kami juga harus atur strategi ulang agar tak terjadi kerumunan massa nanti. Ini masih kita bahas teknisnya bersama Dinkes,” ujar Kepala Puskesmas Ba-
tuaji, Arlan, Jumat (18/6/2021).

Sementara di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, layanan vaksinasi berjalan lancar. Petugas gabungan masih membatasi 2.500 orang per hari demi penegakan protkes.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri, menyayangkan pelaksanaan vaksinasi yang menimbulkan kerumunan.

Dengan adanya kerumunan itu, dikhawatirkan akan berdampak pada penularan Covid-19 yang semakin luas.

”Akhir-akhir ini kita kita lihat pemerintah sedang gencar-gencarnya mencapai target 70 persen di Kepri maupun di Batam. Namun kita sayangkan, terjadi kerumunan massa,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pemerintah.

Ia pun menyarankan pihak-pihak yang akan melakukan vaksinasi agar bisa dijadwalkan dan tidak menimbulkan penumpukan massa.

”Pemerintah harus betul-betul siap antisipasi. Apalagi kekhawatiran masyarakat ketika adanya informasi yang tidak
divaksin, dia tak mendapat pelayanan. Itu pandangan yang keliru,” tegasnya.(jpg)