DARI beberapa nama yang mulai dimuculkan ke permukaan, nama Sekdako Batam H Jefridin termasuk yang cukup terdengar sebagai kandidat Wali Kota Batam tahun 2024. Namanya memang tak semoncer Hj Marlin Agustina atau Amsakar Achmad. Namun Jefridin patut diperhitungkan.

Latar belakangnya sebagai pendidik dan aktivis organisasi kepemudaan, tak bisa dianggap enteng dalam kemampuan membangun basis dukungan. Terutama dukungan dari kaum elite pergerakan dan aktivis. Jefridin hanya perlu lebih banyak ke akar rumput untuk menambah kekuatan dukungan tersebut.

Saya mengenalnya sudah cukup lama. Sekitar tahun 2005, persis saat saya pindah tugas dari Pekanbaru (Riau) ke Batam (Kepri). Karier kepegawaian Jefridin termasuk moncer. Selain pernah memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, lelaki asal Selatpanjang, Riau, ini cukup lama menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Batam. Terakhir, masuk dalam salah satu kandidat Sekdaprov Kepri di kabinet Ansar-Marlin.


Saat memimpin Dispenda (sekarang BP2RD), prestasinya boleh dibilang cukup menonjol. Sumber PAD Kota Batam banyak dihasilkan dari sana. Pada saat HM Rudi berencana maju sebagai kandidat Wako Batam setelah Ahmad Dahlan, nama Jefridin masuk “tiga besar” untuk dipasangkan dengan Rudi selain Amsakar dan Muslim Bidin, mantan Kadisdik Batam.

Jefridin ini tipe leader. Persis dengan Rudi. Sehingga, pilihan Rudi yang memiliki leadership yang kuat untuk tidak menarik Jefridin sebagai wakil, saat itu dianggap sebagai pilihan yang tepat. Amsakar adalah pilihan “aman”. Namun di dapur Pemko Batam, peran Jefridin cukup signifikan.

Kecergasan dan ketegasan Jefridin membuat Rudi lebih mudah memimpin birokrat di Pemko Batam. Sebab, sebagai mana diketahui, Rudi bukanlah orang dalam di Pemko Batam, meskipun pernah lima tahun menjadi wakil wali kota. Rudi adalah mantan polisi dan pengusaha yang kemudian meniti karier politik di DPRD Batam. Kehadiran Jefridin di bawah Rudi-Amsakar membuat harmoni cukup baik ke internal Pemko Batam setelah era Sekdako Agussahiman.

Kini, nama Jefridin mulai santer disebut-sebut sebagai salah satu figur yang dianggap layak mendampingi Amsakar Achmad atau Hj Marlin Agustina jika salah satunya maju sebagai kandidat Wako Batam tahun 2024 mendatang. Ibarat kata, itulah saatnya buat Jefridin. Dia sedang menunggu di tikungan.

Sebelumnya, nama Jefridin masuk dalam salah satu kandidat sekda provinsi dari kubu Hj Marlin Agustina, berdasarkan kesepakatan sebelum pilkada tahun lalu. Terakhir, namanya meredup karena Gubernur Ansar dikabarkan sudah punya kandidat sendiri untuk posisi sekda. Ini juga menjadi salah satu punca pemicu merenggangnya hubungan antara Gubernur Ansar dengan Wagub Hj Marlin. Tepatnya lagi, hubungan antara Ansar dengan HM Rudi, suami Hj Marlin.

Lalu, bagaimana kans Jefridin maju sebagai calon wakil walikota tahun 2024? Peluangnya cukup terbuka. Selain soal waktu, kemampuan, dan jaringan, Jefridin punya modal lain yang harus dimiliki oleh kandidat, yakni finansial. Dia disebut-sebut punya modal yang cukup untuk itu. Bahkan, maaf, dari sisi ini, Jefridin disebut-sebut lebih unggul dibanding Amsakar.

Pertanyaannya, apakah akan terjadi paket Amsakar – Jefridin seperti Ahmad Dahlan – Rudi dulu? Saat itu, Dahlan punya modal sosial yang kuat karena dia walikota incumbent dan Rudi pendatang baru namun punya modal finansial yang cukup. Sekarang, Amsakar yang punya modal sosial yang kuat sebagai wakil wali kota. Dia berpeluang menggantikan Rudi yang disebut-sebut akan bertarung ke provinsi.

Bagaimana jika kelak akhirnya Nasdem –setelah pertimbangan survei atau pertimbangan lainnya– memajukan Hj Marlin sebagai calon Wako Batam? Bagaimana peluang Jefridin? Tentu lebih terbuka, sebab dari kalangan internal Pemko, sudah hampir tidak ada pesaing bagi Jefridin. Amsakar pun tidak boleh tiga kali menjadi wakil wali kota. Jika Marlin memilih calon wakil di luar birokrat, itu soal lain lagi. Soal hitungan politik dan koalisi.

Saya mempunyai pertanyaan nakal lainnya; bagaimana jika kelak Jefridin tidak diambil oleh Amsakar atau Marlin sebagai wakil? Menurut saya, posisi sekko tetap di tangannya. Dugaan saya, Jefridin akan pasang ancang-ancang maju sendiri menjadi kandidat wako atau wakil di luar Amsakar atau Marlin. Hal ini akan sangat tergantung situasi pada saatnya nanti dan keberaniannya mengambil keputusan.

Terakhir, ibarat kata, meskipun hari masih pagi, namun menarik menanti apa yang bakal terjadi di tahun-tahun hadapan, khususnya di Kota Batam. Pilkada serentak memang akan dilaksanakan pada kuartal keempat tahun 2024, namun tidak akan terlepas dari rangkaian pileg awal Februari 2024, di mana proses awalnya sudah harus dimulai 15 bulan sebelum Februari 2024. Artinya, tahun 2022, mesin sudah mulai dipanaskan. (*)

candra catatan kecil