batampos.co.id – Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Tidak hanya melatih ribuan tenaga kesehatan (nakes), Bapelkes Batam juga turun melakukan penyemprotan lokasi-lokasi yang dijadikan sebagai tempat karantina.

Tim Bapelkes melakukan uji coba penyemprotan ecoenzyme, cairan hasil fermentasi limbah organis, di sejumlah lokasi karantina pasien Covid-19 di Batam, Minggu (19/6/2021).


Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ton carian eco-enzyme akan disemprotkan di empat titik lokasi karantina pasien Covid-19 di Kota Batam.

”Lokasi eco-enzyme pertama di asrama haji, lalu Rusun Pemko Blok H dan G dan Rusun BP Blok A dan B serta Rusun Putra Jaya. Saat ini sedang menuju asrama haji,” ujar Kepala Bapelkes
Batam, Asep Zaenal Mustofa, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kata dia untuk melakukan penyemprotan eco-enzyme sebanyak 10 ton, pihaknya menurunkan 20 unit alat semprot dan satu unit pompa besar (robin) dibantu satu unit tong (1 ton), dan satu unit
pikap.

Asep menyebutkan, penyemprotan eco-enzym hari ini melibatkan pengurus PW NU, Vihara Maitreya, KESTI TT-KKDH, PUWNTEN, Bapelkes Batam, Posko BLC, dan Biker Subuh.

”Kami sudah koordinasi dengan asisten Pemko, Pak Yusfa. Kami dari Komunitas Eco-Enzim Batam, pagi ini (kemarin) turun melakukan penyemprotan eco-enzyme di beberapa titik,” tuturnya.

Pihaknya hanya menyemprot sekitar dan koridor, tidak menyemprot kamar. Asep berharap dengan penyemprotan ini menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Asep menyebutkan bahwa penggunaan eco-enzyme merupakan yang pertama di Kota Batam.

”Tentu langkah ini mampu mengendalikan penyebaran virus melalui ezo-enzyme. Langkah ini berjalan sukses di Bali,” terangnya.(jpg)