batampos.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, menyoroti vaksinasi yang dilakukan saat ini. Dimana, lebih banyak organisasi yang melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat Kota Batam.

”Mestinya pemerintah itu membagi dalam beberapa zona. Misalnya RT sekian Batuaji hari ini, dan jam sekian di RSUD, kemudian RT lain,” katanya.

Ia menilai kegiatan vaksinasi yang dilakukan ormas baik, namun jangan sampai ada masyarakat yang ingin divaksin namun tidak terlayani karena membeludak. Untuk itu, ia minta Pemko dan Dinkes Batam membagi beberapa zona vaksinasi.


Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, vaksinasi zonasi atau ke tingkat RT/RW sudah lama direncanakan. Namun, tidak bisa terwujud karena kekurangan tenaga medis. Total sasaran dengan tenaga kesehatan tidak sebanding. Meskipun sudah ada bantuan dari provinsi sebanyak 40 tenaga vaksinator, nyatanya belum bisa mencukupi semua kebutuhan.

”Bisa dilihat proses di Temenggung tidak berhenti dari pagi sampai siang. Bahkan tenaga kesehatan yang dijadwalkan bisa selesai bertugas pukul 15.00 WIB, harus diperpanjang demi menyelesaikan vaksinasi karena warga sudah mengantre dan menunggu lama. Kondisi saat ini memang sulit, di tengah target yang tinggi, kami juga harus dihadapkan dengan keterbatasan tenaga keseha-
tan,” jelasnya.

Kendati demikian, tidak ada alasan untuk tidak mencapai target yang sudah direncakan. Hal ini guna memenuhi syarat agar pintu masuk untuk wisman bisa dibuka. Seperti diketahui Batam menjadi salah satu kota yang dijadikan percontohan untuk kedatangan wisman.(*/jpg)