batampos.co.id – Zona merah di Kota Batam meluas hingga ke wilayah hinterland. Dari 12 kecamatan, 11 di antaranya masuk zona merah dan satu kecamatan berstatus zona kuning, yakni Galang.

Meluasnya zona merah ini tidak lepas dari penambahan kasus yang dilaporkan setiap harinya yang masih tinggi. Bahkan angka rata-rata masih di atas 100 kasus baru per hari. Bahkan, ada yang mendekati200 kasus.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, hingga Minggu (20/6) total pasien positif yang masih terus berjuang untuk sembuh sebanyak 1.343 orang.


Sementara meninggal dunia kembali bertambah dua orang menjadi 248 orang. Total hingga saat ini jumlah kasus Covid-19 di Batam sejak pertama kasus muncul sudah mencapai 11.909 orang dan sembuh 10.318 orang.

Selama tiga bulan terakhir grafik terus bergerak ke atas. Maret lalu, total temuan kasus positif mencapai 273 orang, lalu April melonjak ke angka 1.103 orang, Mei naik menjadi 1.988, dan Juni paling tinggi, yakni 2.500 orang positif.

”Penambahan kasus cukup luar biasa beberapa hari belakangan ini. Data terakhir menyebutkan terjadi penambahan 164 kasus positif dengan 128 bergejala dan 29 tanpa gejala,” ujar Kepala Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Didi menyebutkan, saat ini Batam masih dihadapkan dengan lonjakan kasus yang terjadi setiap harinya. Meskipun sudah dilakukan pengetatan disiplin, grafik kasus belum bisa ditekan. Tim kesehatan sampai saat ini masih terus bekerja untuk menemukan kontak erat.

Ia mengakui, kekuatan tenaga medis terbagi karena adanya pelaksanaan vaksinasi. Di tengah target yang harus dicapai, penanganan pasien positif juga terus dilaksanakan. ”Kalau ada kasus penanganan tetap sama. Tim kesehatan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengikat penyebaran dengan tracing dan mengisolasi pasien positif tanpa gejala,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, belum menemukan penyebab pasti lonjakan kasus kecuali pelemahan dan pelanggaran terhadap protokol kesehatan (protkes). Sejak dikonfirmasi penemuan kasus baru dari Inggris, Didi mengakui hingga kini pihaknya belum menerima ada laporan perkembangan temuan kasus serupa.

”Begitu juga dengan varian Delta asal India yang sudah dikonfirmasi dan ditemukan di Jakarta. Virus ini lebih cepat lagi menyebar dari dua virus sebelumnya. Dan informasinya cepat menyerang di kalangan anak-anak,” jelasnya.(*/jpg)