batampos.co.id – Tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan angkutan kota (angkot), ternyata selaras dengan banyaknya armada yang tak laik jalan.

Bahkan, tak tanggung-tanggung, jumlah angkot yang tak layak beroperasi mencapai 1.996 unit.

Angkot-angkot ini dalam target penertiban Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, dan akan dikandangkan jika pemilik kendaraan tak mengindahkan ketentuan operasional angkot sesuai aturan yang berlaku.


”Sangat banyak yang tidak layak beroperasi. Ini akan kami tertibkan lagi dan kalau tetap membandel, akan dikandangkan,” ujar Plt Kepala Dishub Batam, Pebrialin, belum lama ini.

Berdasarkan data dari Dishub Batam, Febrialin merinci, angkutan yang terdaftar di trayek utama sebanyak 617 unit.

Yang layak operasi di bawah 18 tahun, hanya 224 unit dan tidak layak oprasi sebanyak 393 unit.

Untuk angkot trayek cabang dengan jumlah tempat duduk di bawah sepuluh orang sebanyak 1.745 unit. Yang layak beroperasi hanya 142 unit dan tidak layak 1.603 unit.

Ilustrasi. Angkutan umum dengan badan kendaraan terlihat rusak melintas di Jalan R Suprapto, Sagulung, beberapa waktu lalu. Saat ini di Batam ada sekitar 1.996 angkot yang tidak laik jalan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Untuk trayek utama usia maksimal 18 tahun dan trayek cabang maksimal 15 tahun. Nah, yang tak layak beroperasi ini umunya di atas usia maksimal tadi,” kata pria yang juga menjabat Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam tersebut.

Jika sudah tak layak tersebut, sambung dia, tentu uji KIR-nya juga bermasalah dan semestinya tak layak beroperasi.

”Makanya kami akan gencarkan lagi melakukan penertiban ke depannya,” ujar mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam itu.

Angkot-angkot yang tak layak beroperasi, sambung Pebrialin, dinilai cukup mengkhawatirkan.

Sebab, standar layanan transportasi darat tak terpenuhi dan itu bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan berpotensi membahayakan penumpang maupun pengendara lainnya.

Karena itu, Pebrialin berharap agar pemilik atau badan usaha
angkot di Kota Batam terus memperhatikan masalah ini secara serius demi ketertiban bersama.

”Kami tak melarang, tapi ikuti semua prosedur yang ada biar tak bermasalah nantinya,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan selama ini, sebut Pebrialin, sudah cukup maksimal sebab sudah berulang kali menertibkan angkot-angkot yang tak layak tersebut.

”Sudah banyak juga yang dikandangkan dan ini akan terus kami awasi,” ujarnya.

Salah satu warga yang kerap menggunakan angkot, Indah, mengaku khawatir dengan banyaknya angkot yang dinilai tak laik jalan.

Padahal, untuk pergi ke tempatnya bekerja di kawasan Mukakuning yang dilakukan hampir setiap hari, ia masih berlangganan naik angkot.

”Kadang-kadang cemas memang, apalagi kalau pas di jalan itu ngebut, takut terjadi yang enggak-enggak,” ujarnya.

Ia berharap, pemilik angkot maupun perusahaan yang menaungi angkot-angkot tersebut, agar mengikuti ketentuan.

Sehingga, kendaraan tersebut terjamin keamanannya dan membuat penumpang makin yakin untuk bepergian dengan angkot.

”Kenapa angkot kita banyak ditinggalkan orang, mungkin salah satunya karena kualitasnya itu. Kalau bagus dan nyaman kan penumpang juga tenang naiknya,” tutupnya.(jpg)