batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sudah menyelesaikan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SD negeri.

Berdasarkan hasil seleksi, masih ada calon peserta didik yang tidak diterima di dua
sekolah pilihan.

Salah satu orangtua calon murid, Eja, mengaku telah mendaftarkan anaknya dengan memilih dua sekolah pilihan. Namun, anaknya tidak lolos seleksi di dua sekolah yaitu SDN 013 Marina dan SDN 011 Sagulung.


Ia mengaku sudah menghubungi pihak sekolah terkait nasib anaknya, namun tidak ada jawaban.

”Anak saya dan tetangga tidak diterima di dua sekolah pilihan tersebut. Jadi kami bingung mau daftar kemana lagi, sementara pendaftaran di sekolah lain sudah tutup,” katanya, Minggu (20/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, berdasarkan
laporan dari Disdik Batam, total ada 94 sekolah negeri yang membuka peserta didik
tahun ini.

Setelah dilakukan pendaftaran dan seleksi, ada 24 sekolah yang masih kelebihan siswa, sedangkan 70 lainnya tidak ada persoalan.

”Sebenarnya total pendaftar dengan daya tampung saat ini masih aman. Total yang daftar 10 ribuan, sedangkan daya tampung masih 11 ribu. Namun, saat PPDB berlangsung, ada sekolah yang over (kelebihan) pendaftar, sehingga itulah yang menjadi kendala saat ini, ” jelasnya.

Ilustrasi. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Oleh sebab itu, ia meminta Disdik untuk segera memetakan sekolah mana saja yang kelebihan daya tampung dan kekurangan calon siswa.

Selanjutnya, hasil pemetaan tersebut akan dilaporkan kepada Wali Kota Batam dan akan dibahas di rapat internal, guna dicarikan jalan keluar untuk anak yang belum mendapatkan sekolah tersebut.

”Secepatnya lah akan segera kami carikan solusi. Nanti Disdik akan mendistribusikan
anak yang tidak diterima ini ke sekolah yang masih ada kuotanya,” terang Amsakar.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, setiap tahun kondisi seperti ini selalu terjadi. Tingginya minat ke sekolah tertentu membuat ada anak yang tidak tertampung.

Untuk solusinya sama dengan tahun lalu, anak akan dikirim ke sekolah yang masih
memiliki daya tampung.

”Totalnya ada 24 sekolah yang over, ini akan dipetakan dan dicarikan solusi. Kami akan lapor dulu ke pimpinan,” sebutnya.(jpg)