batampos.co.id – Rahmi Chania, penghuni kamar E1.1.5 di Rumah Susun (Rusun) Badan Pengusahaan (BP), Mukakuning, Seibeduk yang ditemukan tewas tergantung di kamar tersebut, diduga
mengakhiri hidup karena rasa malu.

Informasi yang dihimpun pihak kepolisian, sebelum gantung diri, perempuan 23 tahun ini sempat kepergok oleh sekuriti rusun
tengah berduaan dengan pria di rusun tersebut.

”Diduga karena ia malu dan membuat surat pernyataan karena tertangkap tengah berduaan di dalam kamar rusun,” ujar Kapolsek Seibeduk, AKP Awal Sya’ban Harahap, Minggu (20/6/2021).


Awal menjelaskan, motif tersebut diketahui dari pemeriksaan terhadap saudara kembar Rahmi yang tinggal sekamar dan pihak sekuriti rusun.

”Kami telah periksa saudara kembarnya. Saudaranya ini juga yang menemukan saat pulang bekerja,” kata Awal.

Awal menambahkan, jasad Rahmi dievakuasi ke RSBP Batam. Dari hasil autopsi, tak ditemukan tanda kekerasan dari tubuh Rahmi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmi Chania, penghuni kamar E1.1.5, Rumah Susun (Rusun) Badan Pengusahaan (BP), Mukakuning, Seibeduk ditemukan tewas di dalam kamarnya, Kamis (17/6/2021) siang.

Wanita 23 tahun ini tewas tergantung dengan seutas tali di dalam kamar mandi.

Wanita yang bekerja di salah satu Perusahaan Mukakuning itu, ditemukan tergantung dengan tali yang dikaitkan di saluran pipa air di toilet.