batampos.co.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MRO Batam Aero Technic dan Nongsa Digital Park diyakini dapat mendorong investasi di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Musni K Atmaja, pada talkshow Forum Ekonomi Kepri (FEKRI) Vol. 2 – Sinergi Memperkuat Pemulihan Ekonomi Kepri dengan tema “Investasi dan Kawasan Ekonomi Khusus”, Selasa (22/6/2021).

“KEK Nongsa Digital Park dan MRO Batam Aero Technic menjadi solusi dalam pertumbuhan ekonomi baru di Kepri,” ujarnya.


Ia menjelaskan, KEK Nongsa Digital Park diharapkan akan menjadi entry point untuk perusahaan TI internasional dari Singapura dan mancanegara.

“Sedangkan KEK MRO BAT diharapkan dapat menghemat devisa sebesar 65%-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri,” katanya.

Perlu diketahui KEK Nongsa Digital Park (NDP) difokuskan pada sektor IT dan pengembangan pariwisata. Total tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 16.500 orang.

Dengan rincian, investasi pembangunan kawasan Rp1,092 triliun dan tenant Rp14,908 triliun.

Sementara KEK MRO Batam Aero Technic fokus pada kegiatan utama industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul).

Nilai investasinya mencapai Rp6,2 triliun sampai dengan tahun 2030. KEK MRO BAT dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang
pada tahun 2030.

Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

“Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar
12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar USD 100 miliar pada tahun 2025,” jelasnya.(esa)