batampos.co.id – Polresta Barelang mengganti layanan Panic Button ke layanan call center 110. Layanan ini dinilai lebih mempermudah akses masyarakat mendapatkan pelayanan dari kepolisian.

Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Sidabariba, mengatakan, pergantian layanan Panic Button tersebut dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan layanan itu di Mapolda Jawa Barat pada akhir Mei lalu.

”Sudah tidak aktif lagi (Panic Button), diganti dengan 110,” ujar Tigor, Senin (21/6).


Sebelumnya, layanan Panic Buton diluncurkan Polresta Barelang pada 2017 lalu. Aplikasi ini dapat digunakan saat kondisi darurat seperti terjadi perampokan, pencurian, jambret, perkelahian, kebakaran dan lainnya.

Saat situasi darurat, pengguna aplikasi tinggal memencet tombol ”panggil polisi” tiga kali. Maka, semua personel polisi akan menerima panggilan tersebut. Polisi yang berada pada posisi paling dekat pemanggil akan segera mendatangi dan memberikan bantuan.

”Banyak masyarakat yang tidak mengetahui aplikasi ini. Sehingga, penggunaannya tidak maksimal,” kata Tigor.

Sedangkan pada layanan call center 110, kata Tigor, masyarakat akan terhubung langsung dengan pihak kepolisian. Di dalam layanan ini, masyarakat bisa memberikan informasi, pelaporan dan pengaduan.

”Panggilan ke nomor itu gratis. Penanganannya juga lebih cepat,” tutupnya.

Layanan polisi 110 ini merupakan salah satu dari program prioritas Kapolri. Layanan 110 ini tercatat sudah ada di 420 titik. Yakni, satu di Mabes Polri, 32 Polda jajaran, dan 387 Mapolres dan Mapolresta. (*/jpg)