batampos.co.id – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau mencatat 54 persen lebih usaha kecil dan mikro di wilayah tersebut sudah menggunakan transaksi elektronik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan, perkembangan transaksi dan daya saing digital di Provinsi Kepri terus meningkat.

“Sejalan dengan penguatan ekosistem digital, daya saing digital Kepri meningkat dari peringkat 10 pada tahun 2020 menjadi peringkat 7 pada tahun 2021,” katanya, pada talkshow Forum Ekonomi Kepri (FEKRI) Vol. 2, Selasa (22/6/2021).


Ia menjelaskan transaksi uang elektronik di Provinsi Kepri didominasi oleh usaha mikro dengan persentase mencapai 54,5 persen.

Sementara usaha kecil 31,3 persen. Sedangkan untuk pencapaian target implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepri juga tumbuh pesat.

Hingga Juni 2021 realisasi sudah mencapai 60 persen. Dengan jumlah 65.637 merchant.(esa)