batampos.co.id – Tingginya antusias masyarakat Batam mendapatkan vaksinasi Covid-19, tak sebanding dengan minimnya tempat vaksinasi dan keterbatasan tenaga medis dan vaksinator.

Karena itu, perlu peningkatan layanan vaksinasi agar capai-
annya makin luas dan merata sesuai target yang ditetapkan.

Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, untuk menambah 100 tenaga vaksinator untuk Kota Batam.


Saat ini, proses penambahan tenaga vaksinator tersebut tengah diproses oleh Pemprov Kepri.

“Saya lihat pemerintah Kota Batam ingin membuka lagi sentra vaksinasi seperti di Temenggung Abdul Jamal. Kemungkinan dibuka lagi di Gelanggang Olahraga (GOR) Seiharapan di Kecamatan Sekupang. Tapi kekurangan vaksinator, dari provinsi lagi diusahakan. Alhamdulillah, dalam dua sampai tiga hari ini bisa dikasih ke Kota Batam, agar dibuka sentra di GOR itu bisa tercapai,” katanya.

Marlin melanjutkan, rencana pembukaan sentra vaksinasi belum bisa dipastikan akan dibuka dalam minggu ini.

Sebab, pembukaan sentra vaksinasi itu tergantung dari Pemko Batam yang menyiapkan lokasi dan vaksinator yang akan diberikan Pemprov Kepri.

“Semalam (Senin) sudah ketemu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan pak Wakil Wali Kota Batam, serta pak Sekda Kota Batam. Sudah membahas itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Kepri melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Selasa (22/6).

Amsakar menyampaikan, Batam tidak ada persoalan dalam penyerapan vaksin. Sehingga, ia meminta kepada Pemprov Kepri untuk memastikan jatah vaksin untuk Kota Batam jangan sampai terputus.

“Dan yang kedua, support kami dengan tenaga (vaksinator). Karena yang ada di Batam, 21 faskes ditambah titik vaksinasi, di luar itu kurang lebih 20 tempat termasuk yang dilakukan perusahaan, kita sudah kehabisan tenaga sebenarnya,” ujar
Amsakar.

Pihaknya telah melakukan pendataan terkait dengan kebutuhan tenaga. Kota Batam, kata Amsakar, butuh 18 orang dokter, 54 orang vaksinator, 72 orang tenaga skrining serta 21 orang operator.

Sehingga, jika target vaksinasi yang telah ditetapkan itu bisa
tercapai dengan cepat, maka Kota Batam butuh 216 orang.

“Nanti akan kami letakkan di setiap kecamatan, selain di puskesmas. Jadi tambah dua lagi posko baru. itu rencana kami. Kami akan meletakkannya di kecamatan karena jangkauan warga lebih dekat, di samping titik yang ada ini,” kata Amsakar.

Ia melanjutkan, dari komunikasi yang telah dilakukan, Pemprov Kepri akan membantu dua dari permintaan yang disampaikan Pemko Batam, yakni tenaga vaksinator dan petugas skrining.

Sementara untuk tenaga dokter dan operator, Pemprov Kepri meminta Pemko Batam yang menyediakan.

“Pak Gubernur kontak saya. Saya bilang, siap pak Gubernur. Kalau makin cepat, makin baik karena besok (hari ini) kami sudah mulai main yang di kelurahan ini. Dokter dan operator jadi tugas kita. Kami akan cari satu dua hari ini, dia minta kami yang bantu cari. Jadi tidak ada masalah,” tuturnya.

Adapun, beberapa tempat sentra vaksinasi yang akan dibuka nantinya seperti di GOR Seiharapan maupun di beberapa tempat lainnya.

Amsakar menegaskan bahwa hal itu tak masalah. Atau menambah kapasitas di sentra vaksinasi yang dilakukan di Vihara Maitreya, dari 700 orang dijadikan 2.500 orang per hari juga tidak masalah karena tempat tersebut mempunyai lahan yang cukup luas.

“Tapi yang perlu tenaga supaya bisa dilayani. itu yang kami perlukan dan kami juga perlukan pembiayaan terhadap mereka,” imbuhnya.(jpg)