batampos.co.id – Jalan Marina City dan Ahmad Dahlan di Kelurahan Tanjungriau, Sekupang dalam kondisi rusak parah. Ada ratusan titik lubang di sepanjang jalan mulai dari kawasan Marina hingga simpang Tempat Permakaman Umum (TPU) Seitemiang.

Kerusakan ini disebabkan padatnya aktivitas kendaraan proyek yang mengangkut material tanah untuk proyek pematangan lahan di sekitar wilayah Marina dan Seitemiang.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, juga menyoroti ini dan berharap instansi pemerintah berwenang terkait segera menindak aktivitas kendaraan proyek yang berdampak dengan kerusakan akses jalan utama.


“Saya pernah menghitung, ada lebih dari 100 titik jalan berlubang. Kerusakan umumnya dimulai dari pinggiran aspal jalan yang tidak kuat menahan beban dari truk-truk tanah yang setiap saat melintasi lokasi jalan ini. Sudah semakin parah kondisinya saat ini,” ujar Agus, kemarin.

Pihak kelurahan, sebut Agus, sudah berupaya untuk menegur pihak proyek namun mereka bergeming. Proyek-proyek yang berdampak dengan kerusakan jalan ini umumnya proyek pematangan lahan di Marina City dan sekitarnya. Ada proyek pembangunan resort, vila dan lain sebagainya.

“Banyak proyek pematangan lahan di Marina ini dan umumnya berdampak dengan kerusakan jalan yang sudah siap diaspal oleh Pemprov pun mulai rusak lagi,” kata Agus.

Warga pengguna jalan juga mengeluhkan hal yang sama. Warga berharap ada tindakan tegas dari instansi pemerintah terkait sehingga proyek-proyek pematangan Lahan yang ada tidak berdampak dengan lingkungan sekitar.

“Sangat meresahkan aktivitas truk-truk tanah itu. Mereka kebut-kebutan juga karena kejar target. Jalan jadi rusak, kotor dan berdebu kalau siang hari. Sudah ada ratusan lubang di sepanjang jalan utama ini,” kata Sandi, warga Batuaji yang ditemui di Jalan Marina City, kemarin.

Pantauan Harian Batam Pos di lapangan, ruas Jalan Marina City hingga Jalan Ahmad Dahlan memang padat dengan aktivitas kendaraan proyek pematangan lahan. Bahkan, ruas jalan Marina City yang baru saja selesai diaspal oleh Pemerintah Provinsi Kepri, mulai rusak kembali. (*/jpg)