batampos.co.id – Perbaikan perekonomian di Provinsi Kepri mendorong kinerja perbankan pada triwulan I 2021 terutama dalam penyaluran kredit (lokasi proyek) yang mengalami pertumbuhan serta penurunan risiko kredit.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan, pada Maret 2021 penyaluran kredit mengalami perbaikan.

Hal itu lanjutnya tercermin dari kredit yang tumbuh positif 1,90% yoy, lebih baik dibandingkan Desember 2020 yang mengalami kontraksi 3,51% (yoy).


“Perbaikan tersebut bersumber dari peningkatan kredit modal kerja dan investasi meski kredit konsumsi masih tumbuh melambat dan secara sektoral bersumber dari kredit lapangan usaha industri pengolahan yang tumbuh menguat,” jelasnya, Selasa (22/6/2021).

Sementara itu lanjutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2021 tumbuh 7,04% (yoy), lebih rendah dibandingkan Desember 2020 yang disebabkan oleh penurunan jumlah giro, tabungan, dan deposito.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan proses intermediasi perbankan meningkat dicerminkan oleh Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami peningkatan dari 83,97% pada Desember 2020 menjadi 86,18% pada Maret 2021.

“Peningkatan fungsi intermediasi tersebut disertai dengan terjaganya kualitas penyaluran kredit di Kepri yang tercermin dari Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 4,13% pada Maret 2021, menurun dibandingkan Desember 2020 sebelumnya sebesar 4,38%,” katanya.(esa)