batampos.co.id – Di penghujung Juni 2021, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disanaker) Kota Batam di Sekupang kembali ramai diserbu pembuat kartu AK1 atau kartu kuning atau kartu untuk mencari kerja.

Ini menunjukkan, Kota Batam masih menjadi magnet bagi pencari kerja (pencaker) untuk mencoba mengadu nasib.

Pantauan Batam Pos, puluhan pencaker mendatangi Disnaker Batam di Sekupang, Kamis (24/6). Sebagian besar pencaker yang akan mengurus kartu kuning ini berasal dari luar daerah atau yang tidak memiliki kartu tanda penduduk Batam.


”Mau buat kartu kuning, katanya yang belum punya KTP Batam (mengurusnya) di Kantor Disnaker,” ujar Wini, salah seorang pencaker asal Padang, Sumatra Barat.

Perempuan 23 tahun itu mengaku, baru seminggu tiba di Batam. Sebelumnya, ia pernah bekerja di salah satu perusahaan di Padang.

Namun, karena kontraknya habis, ia memutuskan untuk merantau ke Batam.

”Kemarin sudah buat juga di kampung, tapi katanya kalau mau kerja di sini pakai kartu kuning dari Disnaker sini biar cepat dapat kerja,” ungkap perempuan berhijab tersebut.

Hal senada juga dikatakan Okta, 25. Meski sudah setahun berada di Batam, ia terpaksa harus membuat kartu kuning baru karena yang sebelumnya sudah berakhir.

”Kebetulan bulan kemarin baru habis kontrak, jadi mau nyari kerja lagi,” ucapnya.

Ia berharap, setelah mendapatkan kartu kuning, bisa segera mendapatkan pekerjaan baru. Terlebih, ia tinggal di Batam tanpa keluarga.

” Kalau lama menganggur, mau makan apa di sini. Mudah-mudahan bisa cepat dapat kerja lagi,” harap Okta.

Meskipun diserbu pencaker, namun mereka tidak berdesak-desakan saat masuk ke ruangan kantor.

Pencaker yang selesai membuat kartu kuning langsung pulang.

”Ini mau urus SKCK lagi. Katanya blanko lagi kosong ya,” ucap Okta ke temannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyebut, jumlah pencaker yang akan mengurus pembuatan kartu AK-1 di Kota Batam berkisar 70 hingga 80 orang setiap harinya.

”Memang beberapa hari terakhir ada sedikit peningkatan jumlahnya. Kalau untuk data keseluruhan masih direkap,” katanya.

Disebutkan Rudi, sebagian besar pemohon pencaker masih didominasi lulusan SMA/SMK sederajat. Disusul lulusan S1, lulusan DIII dan SMP.

”Di kami ini kan pencaker yang berasal dari luar daerah. Kalau asli Batam mengurusnya bisa setiap kecamatan,” tuturnya.(jpg)