batampos.co.id – Sejumlah pemilik rumah makan atau restoran di Batan menyayangkan pembatasan pengunjung hingga 25 persen.

Sebab, saat pengunjung dibatasi hingga 50 persen saja, pendapatan sudah jauh berkurang.

Anita, pemilik tempat makan di wilayah Batam Center, mengatakan, tempat usahanya baru saja dibuka beberapa hari terakhir.


Ia sempat tutup karena ada informasi rumah makan tak boleh melayani pembeli untuk makan di tempat.

”Baru juga buka, sekarang sudah ada aturan lagi. Pembatasaan 50 persen saja sudah membuat kami susah,” jelas Anita, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos..

Menurut dia, selama pandemi, ia sudah menerapkan semua regulasi sesuai anjuran pemerintah.

Yakni, mematuhi semua protkes, mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, menjaga jarak tempat makan dan mewajibkan pembeli memakai masker.

”Kami sudah patuhi protkes itu, namun aturan-aturan dengan ancaman sanksi membuat kami makin terpuruk. Padahal kondisi seperti ini,” kesal dia.

Menurutnya, selama ini yang melanggar kebanyakan pengunjung. Dimana, pihaknya telah memberi batasan, namun pengunjung yang datang malah melanggar aturan tersebut.

Bahkan, jika pengunjung ditegur, malah gantian marah kepadanya.

”Kami sudah ingatkan, tapi kadang ada pengunjung yang bandel, susah dibilangin. Tapi yang kena dampak kami,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap ada pertimbangan dari pemerintah soal pembatasaan itu. Jangan sampai pembatasaan itu membuatnya gulung tikar.

”Mohon pertimbangan saja, kami tahu dampak Covid-19 ini cukup berat. Tapi kami mohon juga ada keringanan untuk kami, jangan sampai usaha kami tutup. Karena tak tahu mau usaha seperti apa
lagi,” jelas Anita.(jpg)