batampos.co.id – Langkah pemerintah yang kembali memberlakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala miro sebenarnya sudah tepat, termasuk di Batam.

Sebab, tren pergerakan kasus Covid-19 di Kota Batam sangat berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu dominan tanpa gejala, tapi saat ini didominasi pasien bergejala.

Lihatlah data Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, per Jumat (25/6/2021). Dari 180 kasus baru positif Covid-19, 120 pasien bergejala, dan hanya 49 tanpa gejala, dan 11 lainnya kasus terkonfirmasi kontak dengan pasien Covid-19.


”Saat ini memang lebih dominan pasien bergejala,” ujar dr Didi Kusmarjadi, SPOG, ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam, Jumat (25/6/2021).

Dominasi pasien bergelaja ini sebenarnya belum lama. Baru mulai pada April 2021. Namun, dalam waktu kurang dari tiga bulan, mampu melampaui jumlah akumulasi kasus pasien Covid-19 tanpa gejala.

Total pasien bergejala jika diakumulasikan dari sejak Covid-19 ditemukan di Batam hingga kemarin sudah 5.777 orang, sementara tanpa gejala di angka 5.636 orang.

Dominannya pasien bergejala juga berbanding lurus dengan angka kematian. Jika tahun lalu angka kematian terbilang rendah, saat ini terus meningkat.

Jumat kemarin saja bertambah lagi empat orang. Sehingga total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 sudah mencapai 268 orang.

Sementara yang dirawat 1.530 orang dari total 12.530 kasus Covid-19 di Batam. Didi mengatakan, setiap pasien bergejala dirawat di Asrama Haji Batam di Batam Center, serta sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Batam.

Sementara yang tidak bergejala menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab, jika dipaksakan di rumah sakit, maka sudah bisa dipastikan fasilitas di rumah sakit tidak akan cukup, karena dengan pasien bergejala ini saja yang terus meningkat, membuat tempat isolasi maupun ICU di fasilitas kesehatan (faskes) khusus Covid-19 tingkat hu-
niannya makin tinggi.

”Makanya, perawatan kami khususkan untuk pasien bergejala saja, selebihnya isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ujar Didi yang juga kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

Didi menambahkan, angka kesembuhan memang bertambah 52 orang pasien per Jumat kemarin. Sehingga, akumulasi pasien sembuh saat ini 10.732 orang dari 12.530 kasus.

Tim Gugus Covid-19 Batam juga mencatat, pasien yang dirawat juga terus bertambah. Sampai kemarin, sebanyak 1.530 warga Batam menjalani perawatan.

Asrama Haji Batam masih jadi lokasi karantina dengan jumlah pasien tertinggi yang dirawat. Total sampai kemarin ada 447 orang.

Sisanya, 85 orang di RSUD Embung Fatimah, 70 orang di Rumah Sakit Awal Bros, 43 di
Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota dan 39 orang di RSBP.

”Sisanya di sejumlah rumah sakit rujukan lainnya Covid-19 di Kota Batam. Termasuk juga
661 orang isolasi mandiri,” bebernya.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat sampai kemarin, telah memeriksa 43.246 RT-PCR (Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction), dengan hasil 30.659 negatif dan 12.530 lainnya positif, sedangkan 57 sampel lain masih dalam proses.

Sementara bila melihat jumlah yang sudah dirapid test mencapai 40.571 orang dengan rapid test reaktif berjumlah 3.435 orang.(jpg)