batampos.co.id – Permintaan tenaga medis tambahan yang diajukan Pemko Batam ke Pemprov Kepri untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 di Kota Batam, belum bisa terwujud.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, saat ini masih menunggu tenaga medis dan para medis bantuan dari Pemprov Kepri.

”Dua hari lalu sudah disetujui permintaan kami ini, tapi semalam (Kamis) dapat penjelasan ada pergeseran struktur. Sehingga, mereka minta waktu lagi untuk mengomunikasikan dengan tim anggaran Pemprov dan sekda yang baru,” kata Amsakar usai meninjau vaksinasi di Grand Batam Mall, Jumat (25/6/2021).


Amsakar mengakui bahwa pihaknya tengah mencari solusi lain dalam pemenuhan
kebutuhan 342 tenaga yang terdiri dari tenaga medis, para medis, hingga petugas
untuk peng-input-an data.

”Beberapa waktu lalu sudah kami rekrut juga untuk tenaga medis, namun ditempatkan di Asrama Haji. Sekarang kami butuh untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi,” sebutnya.

Amsakar mengungkapkan, permintaan bantuan tenaga ini sebenarnya belum mampu menutupi kebutuhan.

Batam meminta 126 tenaga kesehatan dari Pemprov Kepri dalam menunjang pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Kota Batam yang dipusatkan di beberapa titik dan seluruh puskesmas pada 12 kecamatan di Batam.

”Karena kita membuat beberapa titik sentra di kelurahan, selain pelaksanaan vaksinasi di puskesmas dan Temenggung Abdul Jamal. Untuk itu, kami minta bantuan dari Pemprov. Sisanya ada 216 lagi nanti itu akan menggunakan anggaran dari APBD kita. Dan kita fokuskan pada rekrut dokter dan para medis,” tuturnya.

Sambil menunggu realisasi bantuan tenaga medis, saat ini pihaknya dibantu tenaga dari instansi pendidikan. Untuk tenaga input data, dibantu PGRI, dan juga bantuan dari tenaga relawan dari beberapa universitas.

Sementara untuk tim medis, pihaknya saat ini memberlakukan sistem 1 dokter sebagai vaksinator dan 1 paramedis sebagai petugas screening di tiap puskesmas.

Sementara tenaga medis lain yang telah mendapat izin sebagai petugas vaksinator dikonsentrasikan untuk beberapa titik sentra yang telah disetujui.

”Sisa tenaga medis yang kita punya saat ini fokus di titik sentra seperti GOR Temenggung Abdul Jamal, Polda Kepri, Polresta Barelang. Serta sentra lain yang bekerja sama dengan komunitas seperti Vihara Maitreya, dan PGRI yang dipusatkan di Golden Prawn. Selain sentra bagi para pekerja mal yang dipusatkan di Grand Batam ini,” terangnya.

Berdasarkan data vaksinasi Covid-19 Kota Batam pada, Kamis (24/6), realisasi vaksin dosis pertama baru mencapai angka 36,76 dan dosis kedua baru mencapai angka 6,93
persen dari total penduduk 1,2 juta jiwa.

Walaupun demikian, Amsakar mengaku capaian vaksinasi massal cukup signifikan, biasanya rata-rata di bawah 10 ribu, sekarang telah mencapai di atas 12 ribu.

”Itu target kita per hari sekarang. Mudah-mudahan kalau tambahan nakes tiba, kita bisa sampai angka 18 ribu per hari,” tutupnya.(jpg)