batampos.co.id – Aktivitas warga yang mengais rezeki dengan meminta-minta di persimpangan lampu lalu lintas di Kota Batam terus bertambah. Sebelumnya, manusia silver banyak ditemui. Belakangan ini, para badut yang beraksi dengan berjoget mendominasi.

Ironisnya, para badut ini membawa anak kecil pada saat beraksi. Hal ini tentu sangat membahayakan.

”Kasihan anaknya, enggak takut terpapar Covid-19 apa itu orangtuanya. Masih kecil sudah dibawa mencari duit ke jalan,” ujar Andre, warga Batam Kota, di Simpang Kepri Mall, Minggu (27/6).


Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah tegas sebelum ada korban jiwa. Pasalnya, persimpangan sangat rawan kecelakaan. “Ada juga masih usia dua tahun sudah dibawa ke jalan sama ibunya,” ucap Andre.

Nyaris di setiap persimpangan jalan di Kota Batam, kini marak dijumpai aksi badut tersebut. Di Simpang Kepri Mall misalnya. Seorang wanita berkostum badut mengaku terpaksa membawa anaknya yang masih balita karena di rumah tidak ada yang menjaga.

”Suami juga kerja buruh serabutan, jadi mau tak mau harus bawa,” ujar dia yang tak berkenan menyebutkan nama.

Ia akui, mengajak anak akan membahayakan nyawa. ”Kalau enggak begini enggak makan kami,” lanjutnya.

Membawa anak juga menjadi cara bagi para badut mengais rezeki. Sebab, ketika membawa anak, pengendara yang melihat akan iba dan memberi uang.

Kepala Dinas Sosial Kota Batam, Hasyimah, belum bisa dikonfirmasi terkait banyaknya aksi badut di jalan ini.(*/jpg)