batampos.co.id – Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan kembali memasuki zona merah. Ini setelah beberapa hari belakang peningkatan jumlah pasien terpapar Covid-19 terus terjadi. Akibatnya, ketersediaan tempat tidur di rumah karantina terpadu dan rumah sakit terus berkurang.

Untuk Tanjungpinang, Jumat (25/6) lalu terjadi penambahan 72 kasus baru, sehingga total kasus aktif menjadi 773 orang. Sebanyak 80 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 181 menjalani karantina terpadu di Villa Lohas dan sebanyak 512 orang menjalani karantina mandiri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) dr. Nugraheni Purwaningsih menjelaskan bahwa saat ini upaya besar dalam penanganan Covid-19 adalah memutus mata rantai penularan dan mempercepat pembentukan kekebalan pada kelompok masyarakat yang beresiko.


Walaupun saat ini Kota Tanjungpinang sudah masuk zona merah, bukan berarti Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tanjungpinang gagal dalam menangani pandemi, sebab peningkatan itu diketahui setelah penggunaan rapid tes antigen sejak pekan lalu.

”Dengan antigen itu diagnosa semakin cepat, dibanding menggunakan PCR (Poly-
merase Chain Reaction) yang harus dikirim ke BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) Batam terlebih dahulu,” kata Nugraheni, Minggu (27/6).

Dengan peningkatan itu. Dijelaskan Nugraheni, saat ini bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit sudah 80 persen, sehingga pihaknya harus berhati-hati dan harus mencari alternatif jika penambahan kasus membutuhkan perawatan di rumah sakit.

”Kita akan berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk mencari alternatif penginapan,” katanya.

Nugraheni mengakui saat ini dengan menggunakan rapid tes antigen untuk mempercepat diagnosa pasien kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif membuat pasien yang menjalani isolasi mandiri semakin meningkat dan upaya memutus mata rantai akan berhasil karena 14 hari ke depannya yang bersangkutan akan menjalani karantina.

”Sebenarnya isolasi mandiri tidak menjadi masalah yang penting bisa mematuhi aturannya,” sebutnya. (*/jpg)