batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menangkap seorang wanita berinisial DSH (36) atas dugaan Pemalsuan surat Rapid Test Antigen.

Kasubbid Multimedia Bidang Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar, mengatakan, penangkapan terhadap DSH berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A / 55 / VI / 2021 / Spkt – Kepri, tanggal 26 Juni 2021.

“Pelaku merupakan karyawan di PT. AMK Cabang Batam dengan Modus Operandi yang dilakukan adalah membuat surat Rapid Test Antigen palsu dengan menggunakan KOP dan Cap Stempel salah satu klinik kesehatan di Kota Batam sebagai persyaratan pelamar kerja,″ ujarnya, Senin (26/6/2021).


Ia menjelaskan, kronologis kejadian pemalsuan surat rapid test tersbeut terjadi pada Sabtu (26/6/2021), Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pegawai di salah satu perusahaan Outsourcing atau penyalur tenaga kerja di Batam membuat surat rapid test antigen palsu yang digunakan untuk persyaratan melamar kerja sebagai SPG produk di supermarket.

“Setelah dilakukan penyelidikan, tim berhasil mengamankan surat rapid test antigen yang tercantum KOP dan Cap Stempel salah satu klinik kesehatan di Batam yang diduga palsu berikut dengan karyawan supermarket yang menggunakan surat tersebut,″ ujarnya.

 

Kemudian tim kata dia, melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku berinisial DSH di kantor perusahaan Outsourcing PT. AMK Cabang Batam.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa perangkat kantor yang digunakan untuk mencetak surat rapid test antigen palsu.

“Dari keterangan pelaku bahwa pelaku ini merupakan penanggung jawab pada Kantor Cabang PT. AMK,″ katanya.

Ia menjelaskan, setelah pelamar ini berhasil disalurkan ke perusahaan pengguna, berkas asli pelamar tersebut langsung dikirimkan ke kantor pusat PT. AMK di Surabaya.

“Kegiatan pelaku membuat surat palsu tersebut sama sekali tidak diketahui oleh pihak kantor pusat PT. AMK yang ada di Surabaya. Pelaku juga telah membuat surat Rapid Test Antigen palsu sebanyak 20 lembar yang digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak Maret 2021 hingga sekarang Juni 2021,″ tuturnya.

Dari kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop, 1 unit mouse, 1 unit keyboard, 1 buah Name Tag, 2 buah cap Stempel Klinik dan Dokter, 1 Unit Printer, 1 Unir Scanner, 4 Lembar Surat Rapid test Antigen yang diduga palsu dan 1 Lembar Surat Rapid test Antigen asli dari klinik yang dipalsukan.

″Atas perbuatan nya pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Kepri agar mengikuti aturan dari Pemerintah.

“Ayo sama-sama kita menggunakan instansi resmi baik dalam rangka pemeriksaan Swab maupun Antigen sehingga kita tidak menjadi korban penipuan dan yang paling penting dari hal ini kita yang menjadi penyebar Covid – 19, untuk itu kami himbau kepada masyarakat tolong memperhatikan hal ini untuk kebaikan kita bersama,″ tuturnya.

Sementara itu Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu M. Darma Ardiyaniki, mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui pelaku melakukan perbuatannya sendirian tanpa bantuan orang lain dan pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah satu klinik di Kota Batam.

“Untuk korban yang dirugikan adalah Klinik kesehatan tersebut,″ jelasnya.(*/esa)