batampos.co.id – Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kepri memfokuskan pengawasan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang masuk ke wilayah Kepri.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Kepri, AKPB Nulhakim, mengatakan, upaya pengawasan itu dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19.

“PMI ilegal ini masuk ke Kepri, tapi keluarnya tidak melalui jalur resmi. Sehingga tidak diketahui, apakah mereka dalam keadaan sehat atau tidak,” kata Nulhakim, Minggu (27/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Berkaca dari kasus PMI yang masuk secara legal namun banyak ditemukan terpapar
Covid-19, maka tidak menutup kemungkinan para PMI yang masuk ke Kepri secara ilegal
juga berpotensi membawa virus itu.

Demi mencegah hal yang tidak diinginkan, Nulhakim mengatakan, patroli terus dilakukan setiap malam untuk mencegah agar PMI ilegal tidak berbaur dengan masyarakat.

“Apabila memang ditemukan, para PMI ilegal ini kami isolasi terlebih dahulu. Penanganannya lebih ke kesehatan dulu, hukumannya setelah isolasi dilaksanakan,” ucapnya.

Nulhakim mengatakan, tidak ingin ada PMI ilegal yang luput dari perhatiannya, sehingga
dapat menyebabkan kasus Covid-19 semakin luas.

“Demi mencegah itu, kami terus berpatroli di lokasi-lokasi rawan masuknya kapal yang membawa PMI ilegal,” tuturnya.

Nulhakim mengaku, penanganan kasus PMI ilegal yang masuk ke Kepri ini, tidak dilakukan sendirian.

Ditpolair Polda Kepri berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 Kepri.

“Koordinasi ini untuk memudahkan penyerahan PMI ilegal, untuk dapat menjalani
massa isolasi,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Nulhakim, jajaranya tidak menemukan adanya penyelundupan manusia dari negara tetangga ke Kepri. Ia berharap, peran serta masyarakat juga dalam pengawasan ini.

“Tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat bisa laporkan apabila ada aktivitas mencurigakan, seperti datangnya PMI ilegal dari Malaysia. Laporkan saja,” pungkasnya.(jpg)