batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, juga khawatir dengan penyebaran Covid-19 yang makin masif. Apalagi mayoritas bergejalan dan diikuti dengan tingginya angka kematian harian. Diakuinya, berbagai upaya sudah dilakukan dalam menekan penyebaran, meningkatkan angka kesembuhan, dan memastikan ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan.

”Kalau harapan kita ruang perawatan bisa lowong. Jangankan 50 persen, kalau lebih kenapa tidak. Artinya tingkat kesembuhan pasien positif yang harus kita kejar, terutama mereka yang bergejala,” ujarnya, kemarin.

Salah satu upaya dalam menekan penyebaran adalah menggencarkan vaksinasi, sehingga sistem imun masyarakat bisa terbentuk dan kuat. Dengan begitu, tidak mudah terserang covid atau paling tidak jika terserang kondisinya tidak parah.  Saat ini, kata dia, target sudah mendekat 50 persen dari 785 ribu target sasaran vaksinasi di Kota Batam.


Menurutnya, penanganan Covid-19 yang dilakukan saat ini saling bertautan. Jika pencegahan bisa dijalankan dengan baik, maka angka kasus bisa ditekan, sehingga dampaknya ruang perawatan di rumah sakit (RS) akan lowong. Untuk itu, masyarakat diminta patuhi protokol kesehatan (protkes), guna menekan penyebaran. Sebab kasus yang ada saat ini sudah cukup tinggi.

”Dalam satu hari pasien positif sudah mencapai ratusan orang. Mayoritas bergejala, sehingga ruang perawatan terus terisi. Begitu juga angka kematian. Ini sudah cukup mengkhawatirkan kondisinya. Satu hari yang meninggal bisa mencapai angka belasan orang,” bebernya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah diminta untuk mengatasi persoalan Covid-19. Salah satunya adalah vaksinasi. Ke depan diharapkan ada peningkatan dalam penanganan Covid-19 ini. ”Sekarang kita upayakan vaksin sebagai jurus ampuh atasi persoalan Covid-19,” sebutnya.

Terkait tingginya kasus Covid-19 beberapa hari terkahir, Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam terus mengimbau agar warga selalu mematuhi 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun air mengalir, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

”5M paling ampuh. Jangan makan bareng juga, karena ini titik masuk yang paling sering ketika makan akan membuka masker,” imbaunya.(*/jpg)