batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam siap mengikuti langkah pemerintah Singapura yang mempersiapkan tatanan hidup normal berdamai dengan Covid-19, sebagai bagian dari penyakit flu biasa. Target Batam itu paling lambat September 2021, seiring dengan pencapaian vaksinasi masyarakat Batam yang diperkirakan akan mencapai 70 persen pada Agustus mendatang.

”Saya akan perbolehkan warga Batam beraktivitas normal lagi September mendatang. Namun, itu bisa dilakukan apabila 70 persen populasi Batam sudah tervaksin dua dosis,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, di Harbour Bay.

Rudi menyebutkan, saat ini baru 347.811 orang atau 44,31 persen warga Batam yang sudah divaksin. Untuk mencapai 70 persen populasi warga tervaksin, ia optimistis dalam dua bulan berjalan ini pasti tercapai. Bahkan bisa jadi lebih karena masyarakat Batam sangat antusias divaksinasi.


Bahkan, Batam menjadi Kota terbanyak memvaksin warganya se-Provinsi Kepri. Hingga 27 Juni, Kepri memvaksin 627.827 orang. Jumlah itu terkumpul dari total vaksinasi di Kota Batam sebanyak 347.811 orang, Kota Tanjungpinang 85.058 orang, Kabupaten Bintan 60.017 orang, Kabupaten Karimun 78.336 orang, Kabupaten Kepulauan Anambas 11.706 orang, Kabupaten Natuna 27.780 orang, dan Kabupaten Lingga 22.983 orang.

”Juli-Agustus ini saya yakin pasti selesai. Paling lambat September kita buka. Tatap muka, beraktivitas, tapi dengan catatan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker tetap wajib dijalankan,” kata Rudi.

Rudi mengemukakan, saat ini ia fokus menggaungkan supaya warga Batam wajib vaksin. “Kami pemerintah sudah menyiapkan vaksin, silakan datang ke sentra-sentra vaksinasi,” imbaunya.

Menurutnya, vaksin sangat efektif dalam meminimalisir penyebaran virus Covid-19 yang kini bermutasi dengan hadirnya berbagai jenis varian baru.

”Kapan Covid-19 selesai? Saya tidak tahu. Bisa dua tiga tahun ke depan. Bisa berlangsung lama. Tapi itu bisa kita minimalisir, kita bisa tangani, bisa menjalankan aktivitas yang menggerakkan roda perekonomian, dan kehidupan sosial apabila kita semua mayoritas sudah divaksin. Saya ulangi, tatap muka bisa dilakukan, apabila 70 persen warga Batam tervaksin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, sebenarnya beberapa negara maju seperti Jepang sudah lebih dulu mengatakan hal serupa. Covid-19 akan dianggap virus biasa, dan bukan lagi sesuatu yang menakutkan.

”Langkah Singapura sudah benar sebenarnya. Karena memang dari awal saya sudah pernah bilang hal seperti ini. Namun karena kita harus mengikuti kebijakan pusat. Jadinya seperti ini sekarang,” kata Didi, Senin (28/6).

Ia menjelaskan, virus ini cukup berbahaya bagi mereka yang rentan. Dua kategori yang masuk termasuk rentan adalah mereka lanjut usia (lansia) dengan penyakit penyerta, serta anak-anak. Sebelumnya, untuk anak-anak penanganan sangat cepat karena mereka masuk kategori rentan terhadap flu.

”Kalau anak-anak flu kami harus cepat kasih tindakan seperti diberikan antibiotik agar bisa mencegah terjadinya bronchopneumonia. Makanya dari dulu juga anak-anak yang sebenarnya diberikan vaksin seperti polio, BCG (Bacillus Calmette-Guerin), dan lainnya. Ini merupakan langkah pencegahan,” jelasnya.

Begitu juga dengan lansia atau orang dewasa yang memiliki penyakit penyerta. Mereka rentan terhadap serangan virus ini. Makanya lansia masuk dalam kategori prioritas untuk diberikan vaksin. ”Kebanyakan yang meninggal saat ini adalah mereka yang masuk dalam pasien positif bergejala. Mereka yang punya penyakit bawaan,” ujarnya. (*/jpg)