batampos.co.id – Masyarakat Kecamatan Galang mengeluhkan keberadaan kandang ayam yang diduga menjadi penyebab wabah lalat di lokasi tersebut.

Warga mengaku, setiap hari aktivitas mereka diganggu lalat yang beterbangan. Tidak hanya saat makan, saat bekerja di luar ruangan hingga waktu tidur, serbuan lalat tak kunjung hilang.

Isla, warga Pasir Panjang, Galang, mengaku sudah dua bulan kehidupan masyarakat di Galang terganggu dengan kehadiran lalat tersebut. Bahkan, jumlahnya semakin banyak tiap harinya.


”Sudah berulang kali kami protes masalah lalat. Kami jelas khawatir dan resah dengan kehadiran hewan penular penyakit itu,” ujarnya, Senin (28/6).

Sedangkan warga Tebing Tinggi, Cate, Julham, mengaku, sudah berbagai upaya dilakukan warga bersama perangkat kelurahan dan kecamatan.

Namun, lalat tak kunjung dapat dibasmi. Wabah lalat di Kecamatan Galang sudah ber-
langsung hampir dua bulan.

”Sudah berbuih mulut mengeluhkan lalat ini. Bolak balik sudah rapat sama lurah dan camat, tapi tak ada hasil,” katanya kesal.

Sampai sekarang, sambung dia, lalat masih menghinggapi berbagai aktivitas kehidupan warga setiap hari.

”Apalagi daerah kami di Cate ini. Bisa lihat sendiri lalatnya masih banyak ini. Bagaimana tak banyak, kandang ayam ada di mana-mana,” ungkap Julham.

Menurut dia, pemerintah kelurahan dan kecamatan dinilai tak punya kemampuan menyelesaikan permasalahan lalat yang hampir belasan tahun terjadi di setiap musim
lalat.

”Coba ditindak tegas kandang ayam itu, dibuat jauh dari permukiman warga, pasti teratasi. Kami minta pemerin-tah bantu kami,” pungkasnya.

Sementara Camat Galang, Ute Rambe, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pembasmian namun lalat tak kunjung habis.

”Kami sudah sampaikan dan ingatkan kepada pemilih kandang ayam yang ada di Barelang untuk tidak membangun kandang ayam dekat dengan permukiman warga, namun hal itu tak ditanggapi,” ujar Ute.

Ia mengatakan, peternakan ayam di Barelang tidak ada yang memiliki izin. Hal ini
juga kerap diabaikan para pengusaha ternak.(jpg)