batampos.co.id – Pemerintah Singapura sedang menyusun peta jalan tentang bagaimana hidup lebih normal dengan Covid-19. Harapannya, virus itu akan menjadi endemik seperti influenza dan ketika tingkat vaksinasi meningkat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, langkah Singapura tersebut bagi sebagian orang dianggap agak ekstrem. Namun, tentunya hal itu sudah berdasarkan hasil kajian matang dari para ahli di Singapura.

”Apalagi ekonomi Singapura sangat bergantung kepada jasa dan perdagangan. Sehingga kalau terlalu lama dihantui oleh Covid-19, maka Singapura akan goyang juga. Langkah pemerintah Singapura tentu menjadi kabar baik bagi Batam. Karena dengan begitu, kemungkinan wisatawan dari Singapura untuk masuk Batam kembali terbuka lebar,” kata Rafki, kemarin.


Namun, tentu saja syaratnya adalah minimal 70 persen masyarakat Batam harus sudah divaksin. Dengan begitu kepercayaan wisatawan Singapura untuk berwisata di Batam dan Kepri akan meningkat. Warga Kepri dan Batam pun akan bisa berwisata lagi ke Singapura ketika mereka sudah membuka pintu untuk orang asing masuk.

Menurut Rafki, ketika negara seperti Singapura saja mengambil langkah seperti itu, ia berharap pemerintah Indonesia juga tidak ragu untuk melakukannya. Sehingga target target pertumbuhan ekonomi bisa tetap dicapai di tengah pandemi.

”Singapura berani mengambil langkah begitu karena mereka punya target sampai bulan Agustus nanti dua pertiga masyarakatnya sudah divaksin. Jadi, sudah terlindungi makanya kemudian mereka membuka pintu untuk orang asing. Semoga kita di Kepri juga bisa mengejarnya. Kita optimis dengan cepatnya program vaksinasi yang saat ini sedang berjalan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, berharap kondisi dapat kembali seperti semula. ”Tapi ada hal-hal tertentu yang perlu menjadi perhatian kita semua termasuk standar protkes di masa kenormalan baru ini,” tuturnya.

”Kami sangat mendukung kalau pintu-pintu akses international ini dibuka tapi benar-benar dengan standar protkes sehingga tidak menimbulkan klaster baru,” katanya.

Misalnya bagi yang sudah pernah menjalani vaksinasi sebanyak dua kali, bisa melakukan kunjungan bisnis dengan menunjukan sertifikat vaksin serta surat bebas dari Covid-19.”Kalau tingkat vaksin sudah

mencapai 80 persen dan tingkat penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir, mungkin tidak perlu ada karantina lagi. Bisnis berjalan seperti biasa, tapi tetap mengikuti standar protkes yang berlaku,” terangnya.(jpg)