batampos.co.id – Singapura mulai membuka diri terhadap Indonesia. Meski bentuknya bukan pembukaan perbatasan, tapi Singapore Tourism Board (STB) Indonesia tengah mempromosikan destinasi wisata di Singapura kepada warga Indonesia lewat surel (surat elektronik).

Dalam surel yang diterima, STB Indonesia mencoba mempromosikan Little India Singapura yang merupakan kawasan penuh budaya dan ramah muslim. Mengingat penutupan perbatasan perjalanan antara Singapura dan Indonesia membuat wisatawan tidak dapat mengunjungi semua daerah menarik di Singapura.

”Kami ingin mengundang pembaca Anda untuk mengetahui lebih dalam tentang salah satu kawasan bersejarah yang ramah muslim di Singapura, Little India,” bunyi surat tersebut.


Little India adalah kawasan bersejarah dan budaya yang memiliki jalur pacuan kuda Eropa, lubang penambangan batu kapur, dan juga tungku pembakaran batu bata di masa lalu. Banyak penggembala, pedagang, dan pengrajin rangkaian bunga yang berjualan pada dua abad lalu di kawasan ini.

Para pengusaha mempekerjakan migran dari India, sehingga untuk memenuhi kebutuhan komunitas India dibangulah tempat ibadah, pertokoan barang, dan layanan jasa. Hal ini, bertahan sampai lintas generasi ketika para migran India sudah menetap di Singapura.

”Di sini Anda dapat dengan mudah menemukan rumah ibadah, pertokoan, restoran, dan hotel butik dengan corak India yang semarak. Melalui email ini, kami ingin berbagi dengan Anda artikel feature berjudul 6 Aktivitas Seru di Little India Singapura, Kawasan Penuh Budaya yang Ramah Muslim yang menampilkan enam aktivitas ramah muslim, dari walking tour bersejarah hingga pengalaman kuliner yang interaktif. Kami berharap, artikel ini dapat memberi warna ruang redaksi serta memperkaya wawasan para pembaca, dan tentunya mengobati kerinduan mereka untuk jalan-jalan ke Singapura sampai perjalanan wisata dibuka kembali”.

Wacana pembukaan perbatasan semakin mengemuka, setelah pemerintah Singapura tengah mempersiapkan warganya untuk bisa beraktivitas normal seperti bekerja hingga berpelesiran tanpa aturan lockdown dan karantina meski ada ancaman virus corona di sekelilingnya.

Vaksinasi merupakan kunci utama. Dengan banyaknya penduduk negeri jiran yang sudah divaksinasi, Covid-19 akan dianggap sebagai penyakit endemik lain seperti flu biasa dan penyakit ringan lainnya.(*/jpg)