batampos.co.id – Angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Batam belum terbendung. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, Selasa (29/6), pasien positif corona yang meninggal bertambah lima orang. Dengan demikian, dalam empat hari terakhir (Sabtu-Selasa), dari 877 kasus positif baru, ada 26 warga Batam meninggal akibat Covid-19.

”Iya, ada penambahan lima orang lagi pasien positif Covid-19 di Batam yang meninggal. Total akumulasi jadi 294 orang meninggal,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Gugus Pengendalian Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Selasa (29/6).

Selain angka kematian, Tim Gugus Gugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat ada penambahan kasus yang sangat tinggi kemarin. Terkonfirmasi positif mencapai 299 kasus. Terdiri 174 kasus konfirmasi bergejala, 66 kasus tanpa gejala, satu kasus perjalanan impor, 13 kasus kontak, serta lima kasus lain tidak ada riwayat perjalanan atau kontak erat.


Penambahan kasus kemarin disebut tertinggi sejak awal 2021. ”Secara kumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Batam telah mencapai angka 13.407 orang,” tambah Didi.

Dengan penambahan ini, pemerintah daerah juga akan sangat dipusingkan oleh ruangan isolasi. Sebab, tidak sedikit rumah sakit rujukan Covid-19 di Batam yang mengklaim penuh. Bahkan, bila melihat data kemarin saja, sebanyak 1.886 orang menjalani isolasi.

Kecamatan Batam Kota masih jadi daerah terbanyak warganya yang dirawat. Tercatat sebanyak 459 warga Batam Kota menjalani isolasi mandiri dan perawatan di sejumlah, fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta. Posisi kedua ada di Sekupang dengan jumlah 300 orang, Batuaji 243 orang, serta Sagulung sebanyak 238 orang. Selanjutnya ada Bengkong 160 orang, Nongsa 137 orang, dan Lubukbaja 136 orang.

Selain itu, sebanyak 116 orang warga Seibeduk dirawat, Batuampar 91 orang, dan 11 orang di Belakangpadang. Galang tiga orang, dan hanya Kecamatan Bulang yang masih berstatus zona hijau atau nol kasus.

Didi menambahkan, usia 26 sampai 35 tahun menjadi usia paling banyak yang positif Covid-19, yakni 3.622 orang. Sementara usia tertinggi meninggal berusia 46 sampai 55 tahun yakni 88 orang. Selanjutnya usia 56 sampai 65 tahun sebanyak 75 orang.(*/jpg)