batampos.co.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemarin resmi mencanangkan program vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 12–18 tahun. Dia berharap tingkat vaksinasi bisa dijaga 1–2 juta suntikan setiap hari.

Keputusan membuka layanan vaksinasi untuk anak usia 12–18 tahun, kata Ma’ruf, sangat tepat. Sebab, mortalitas penderita Covid-19 pada anak usia 10–18 tahun di Indonesia cukup tinggi. Yaitu, mencapai 30 persen. Sementara, pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil bersumber dari rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). ’’Terutama untuk ibu hamil berisiko tinggi,’’ jelasnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menuturkan, skema pemberian vaksin untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak masih disusun. Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa BPOM menerbitkan EUA vaksin Sinovac untuk anak usia 12–17 tahun. ”Teknis pelaksanaannya sedang dimatangkan,” katanya.


Selama ini vaksin diberikan dengan kriteria pekerjaan dan usia lansia. Baru-baru ini, vaksinasi Covid-19 diberikan kepada mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 untuk anak. Imunisasi untuk anak usia 12–17 tahun diberikan dengan dosis 3 ug (0,5 ml) melalui penyuntikan intramuskular di otot deltoid lengan atas. Vaksinasi Covid-19 dua kali diberikan dengan jarak sebulan.

”Untuk anak umur 3–11 tahun, menunggu hasil kajian untuk menilai keamanan dan dosis dengan jumlah subjek yang memadai,” kata Ketua IDAI dr Aman B. Pulungan SpA.

IDAI tidak menyarankan vaksinasi diberikan kepada anak dengan kondisi defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol, dan penyakit sindrom Guillain-Barre, mielitis transversa, serta acute demyelinating encephalomyelitis. Anak penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi juga sebaiknya tidak diberi vaksin.

Juga, pada anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan atau sitostatika berat, demam 37,5 derajat Celsius atau lebih, serta baru sembuh dari Covid-19. Mereka yang baru imunisasi lain sebaiknya diberi jeda satu bulan.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memastikan stok vaksin sudah mencukupi. Percepatan vaksinasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak pun bisa dilakukan.

Berdasar informasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada sekitar 400 ribu bidan yang akan diberdayakan untuk optimalisasi vaksinasi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. ”Dengan skema memanfaatkan seluruh bidan, tentu angka 1,5 juta–2 juta (suntikan per hari) ini bisa tercapai,’’ papar Airlangga.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, di antara 400 ribu bidan, sekitar 250 ribu bidan memiliki home base sebagai tempat kerja. Lalu, 38 ribu bidan mempunyai izin praktik mandiri. Sisanya merupakan lulusan baru akademi kebidanan.(jpg)