batampos.co.id – Warga Ngenang, Nongsa dikagetkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di pesisir pantai Kampung Sauh, RT 001 RW 002, Minggu (27/6/2021).

Jasad bayi itu dibalut dengan sarung bantal dan dibungkus plastik. Informasi yang didapatkan, jasad bayi yang tali pusarnya masih ada tersebut ditemukan warga yang tengah mencari siput.

Warga mencurigai bau busuk dari dalam plastik tersebut.


“Warga itu baru pulang dari laut dan penemuan itu dilaporkan kepada kami. Kemudian anggota langsung ke TKP untuk memeriksa,” ujar Kasat Polair Polresta Barelang, AKP
Syaiful Badawi, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Badawi menjelaskan, pihaknya bersama Tim Inafis Polresta Barelang kemudian mengeva-
kuasi jasad tersebut ke RS Bhayangkara.

“Untuk kasusnya sekarang ditangani Polsek Nongsa,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Nongsa AKP I Made Putra Hari Suwargana, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui orangtua atau pembuang bayi tersebut.

“Kemarin kami minta keterangan yang menemukan bayi tersebut,” katanya.

Kasus pembuangan bayi di Nongsa terbilang marak. Dalam setahun belakangan, ditemukan tiga kasus pembuangan bayi.

Pembuangan bayi pertama ditemukan pada Kamis (10/9/2020) sore di Kampung Kelembak RT 004/RW001, Sambau, Nongsa.

Bayi perempuan yang diperkirakan berumur 5 jam tersebut dibuang ke semak
menggunakan kantong kresek warna biru.

Sedangkan kasus pembuangan bayi kedua terjadi pada Sabtu (14/11/2020) malam. Warga menemukan jasad bayi laki- laki yang dibuang di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU), Sambau.

Bayi malang ini bersimbah darah dan dibuang menggunakan kantong plastik putih. Kemudian jasad bayi yang diperkirakan berusia 4 jam tersebut digantung di batang pohon.

“Dengan maraknya kasus (pembuangan bayi), kami imbau kepada masyarakat, kalau belum siap punya bayi jangan punya dulu. Kalau bisa diberikan ke masyarakat atau ke panti asuhan, jangan dibunuh atau dibuang,” ucapnya.