batampos.co.id – Berbeda dengan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) yang lancar jaya di triwulan I 2021, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami penurunan signifikan di periode yang sama.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Endry Abzan, mengatakan, realisasi investasi PMDN di triwulan I 2021 turun 60,73 persen.

”Secara keseluruhan investasi PMDN di triwulan I 2021 sebesar Rp 1,77 triliun, turun cukup signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 4,52 triliun,” kata Endry, Senin (28/6).


Pandemi Covid-19 memang memberikan luka dalam kepada dunia usaha dalam negeri, khsususnya di sektor pariwisata. ”Sektor tersier masih mem- berikan kontributor besar bagi realisasi investasi PMDN dalam negeri,” tuturnya.

Saat ini, sektor yang terdiri dari sektor jasa tersebut, termasuk pariwisata tentunya memiliki realisasi investasi sebesar Rp 1,61 triliun. Nilai investasi tersebut turun dari triwulan I 2020 yang mencapai Rp 1,89 triliun. Sedangkan sektor industri dalam negeri mengalami peningkatan 124,81 persen.

Dan terakhir sektor primer yang memanfaatkan sumber daya alam, seperti pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan turun drastis 97,02 persen.

Target BP Batam tahun ini mengumpulkan investasi Rp 25 triliun yang bersumber dari investasi PMA dan PMDN. Kabar baik hanya datang dari PMA.

Dalam perjalanannya, negara-negara di benua biru juga mulai menggelontorkan dananya. Jerman, Prancis, dan Swiss adalah negara-negara Eropa yang menaruh kepercayaan penuh di Batam pada triwulan 1 tahun 2021.

Negara-negara Eropa yang menonjol di antaranya adalah Jerman yang memimpin dengan total investasi senilai 69,4 juta dolar Amerika Serikat (AS) dan tujuh proyek.

Disusul kemudian Prancis di posisi keempat dengan total investasi 19,9 juta dolar AS dan empat proyek. Sedangkan Swiss di posisi ketujuh dengan total investasi senilai 2,1 juta dolar AS dan dua proyek.(*/jpg)