Kaget, terkejut dan tidak percaya bersatu didalam pikirannya. Bahkan sempat terbesit dibenaknya apa yang dialaminya tersebut adalah mimpi.

Keyakinannya bukan tanpa alasan, ia selalu mengikuti anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan serta selalu istirahat yang cukup.

Namun secara mengejutkan hasil rapid test antigen dan swabnya dinyatakan positif Covid-19.


BATAM – Messa Haris

batampos.co.id – Idulfitri 1442 hijriah yang jatuh pada 13 Mei 2021 mungkin menjadi momen yang paling tak terlupakan. Pasalnya belum seminggu merayakan hari kemenangan tersebut karyawan swasta ini dinyatakan positif Covid-19.

Ia adalah Rifki. Pria ini menjadi salah satu dari ribuan masyarakat Kota Batam yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sebelum dibawa oleh Satgas Covid-19 ke pusat karantina pasien Covid-19 di Asrama Haji Batam.

Saat pertama kali dinyatakan positif Covid-19, ia mengaku sempat down. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Orang-orang dekatnya terus memberikan semangat dirinya pasti akan sembuh. Terlebih saat di tempat karantina, dirinya rutin diberikan obat serta multivitamin dan kerap diminta untuk berolahraga pada pagi dan sore hari.

Menurutnnya, selain obat dan multivitamin, motivasi dari orang-orang terdekat merupakan ‘obat’ paling mujarab disaat sakit.

Ia menceritakan, sebelumnya dinyakatan positif Covid-19, ia sempat mengalami demam tinggi. Mengetahui hal itu dirinya lantas diantarkan sang isti Dewi menuju puskesmas tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Sesampainya di sana tenaga medis langsungmengecek suhu tubuhnya. Benar saja pengecek suhu tubuh digital tersebut menunjukkan angka 37 derajat celsius lebih.

Ia lantas diminta untuk menjalani pemeriksaan rapid test antigen. Hasilnya positif. Agar hasilnya lebih akurat tim medis kemudian melakukan pemeriksaan ulang dengan swab test.

Dirinya lantas diminta untuk tetap tinggal dan tidak melakukan aktivitas apa pun di luar rumah. Sembari menunggu hasil swab test.

Sehari kemudian, tim medis mengabarkan jika hasil swab testnya juga positif Covid-19.

“Awalnya terkejut, tapi ya dijalani saja,” katannya.

Tim medis lantas menjemputnya dari rumah untuk dibawa ke pusat karantina pasien Covid-19 tanpa gejala di Asrama Haji Batam.

Meski mengalami demam tinggi, ia mengaku tidak mengalami gejala lain. Seperti kesulitan bernapas.

“Cuma demam saja,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau pasien Covid-19 kategori OTG di Asrama Haji. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Awal saat menjalani karantina sempat membuatnya frustasi, karena jauh dari orang tua dan keluarga.

Hal itu pula yang membuatnya semakin bersemangat untuk melawan virus yang bersarang di tubuhnya. Terlebih orang-orang dekat dan kerabatnya selalu memberikan semangat bahwa dirinya pasti akan kembali sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

“Saya yakin sembuh karena tanpa gejala. Tapi tetap saja setelah dinyatakan positif membuat saya lebih memperhatikan kesehatan,” jelasnya.

Mengurangi Aktivitas di Luar Rumah

Setelah dirawat hampir dua minggu, hasil swab testnya dinyatakan negatif. Ia kemudian diperbolehkan pulang dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama dua minggu.

Rifki mengaku sejak keluar dari lokasi karantina memilih untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika biasanya kerap berkumpul dengan rekan kerjanya selepas bekerja dan diwaktu senggang, kini hal itu dikuranginya.

Ia lebih banyak menghabiskan waktu dan menyelesaikan tugas-tugasnya dari rumah. Dirinya baru keluar rumah apabila ada keperluan mendadak.

Ia juga mengatur pola makan dan istirahatnya agar kesehatannya terus terjaga.

“Sekarang saya ngurangi ngopi-ngopi sama kawan-kawan dan saya sudah mulai membiasakan diri untuk istirahat lebih awal dari sebelumnya,” ujarnya.

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, ia mengaku kerap tidur hingga larut malam. Hal itu pula lanjutnya, menjadi salah satu faktor ia dinyatakan positif Covid-19.

“Memang selama ini istirahat tidak teratur,” paparnya.

Terkait vaksinasi, ia mengaku belum bisa mengikutinya. Karena kata dia, aturan dari pemerintah yakni bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 baru akan divaksin setelah tiga bulan pasca sakit.

“Hikmah yang saya dapat, saya harus lebih menjaga dan menghargai kesehatan. Mudah-mudahan pandemi ini bis segera berakhir. Apalagi pemerintah saat ini gencar melakukan vaksinasi massal,” harapnya.

Selain itu kata dia, warga di Kota Batam diharapkan untuk terus menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah.

“Masker itu sangat penting,” tekannya.

Target 70 Persen Warga Divaksinasi Covid-19

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terus meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hal itu, sebagai langkah mengejar target pemberian vaksin bagi 785.003 orang warga Batam.

Dari total target itu, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, hingga 27 Juni 2021, Batam sudah memvaksin 347.811 warga.

Batam menjadi kota terbanyak memvaksin warganya se-Provinsi Kepri. Hingga 27 Juni, Provinsi Kepri sudah memvaksin 627.827 orang.

Jumlah itu terkumpul dari total vaksinasi di Kota Batam sebanyak 347.811 orang, Kota Tanjungpinang 85.058 orang, Kabupaten Bintan 60.017 orang, Kabupaten Karimun 78.336 orang, Kabupaten Kepulauan Anambas 11.706 orang, Kabupaten Natuna 27.780 orang, dan Kabupaten Lingga 22.983 orang.

Di Kota Batam akan terus bertambah mengingat setiap hari dilaksanakan vaksinasi.

“Dengan antusias warga yang ingin divaksin, kita optimistis mampu mencapai target sasaran vaksinasi,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Rudi mengatakan, pihaknya menargetkan hingga akhir Juli bisa mencapai 70 persen. Ia juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak termasuk TNI-Polri yang ikut menyukseskan vaksinasi di Batam.

“Semoga dengan upaya bersama ini, Batam segera keluar dari masalah pandemi Covid-19 dan bisa membawa Batam kembali bangkit,” ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menyempatkan diri meninjau vaksinasi. Ia kembali mengingatkan agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah mendapat vaksin.

Ia menegaskan, vaksin akan meningkatkan imun tubuh manusia agar mampu melawan Covid-19.

Ia menegaskan, vaksinasi di Batam berjalan aman dan tertib. Bahkan, sejumlah komunitas turun langsung bersama pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi itu.

Ia mengapresiasi dukungan dari semua pihak dalam meperataan vaksinasi se-Kota Batam.

“Kita optimistis mampu mencapai sasaran vaksinasi sebanyak 785.003 orang,” katanya.

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan, data terkahir pada 27 Juni, capaian vaksinasi sudah 347.811 orang untuk vaksinasi dosis pertama. Selain itu, untuk dosis kedua sudah 59.108 orang.

Didi juga menyampaikan hingga 27 Juni 2021, stok vaksin di Batam hanya 57.240 dosis. Dari total itu, 34.120 vaksin Coronavac dan 23.120 vaksin AstraZeneca.

“Kita harapkan pasokan vaksin untuk Batam terus ditambah demi menyukseskan vaksinasi di Batam,” katanya.(***)