batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam mengeluarkan peringatan kepada pedagang sapi yang melanggar ketertiban umum.

Penertiban ini dilakukan karena pedagang di berbagai lokasi semakin marak mendekati
Hari Raya Iduladha.

”Mereka berjualan tidak di tempat yang seharusnya. Karena semua sudah diatur, tempat aktivitas perdagangan hewan itu ada di Sei Temiang. Kalau sekarang di pinggir jalan protokol pun mereka buka lapak dagang. Ini menyalahi, makanya kami harus tertibkan,” kata Kadis DKPP Batam, Mardanis, saat meninjau tempat penjualan sapi di Bengkong, Rabu (30/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Ia mengatakan, surat peringatan pertama berlaku selama dua minggu ke depan. Pedagang hewan kurban diberi waktu memindahkan ternak mereka.

”Nanti kalau tidak juga dipatuhi, akan diangkut semua biar kami kasih efek jera. Karena ini sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 terkait ketertiban umum,” ujarnya.

Mardanis menyebutkan, saat ini terdapat kurang lebih 20 titik lapak penjualan hewan
kurban di seluruh Kota Batam.

Tempat penjualan hewan kurban dadakan ini harus segera ditertibkan. Ia meminta pedagang patuh terhadap aturan.

”Ini sangat mengganggu. Masa iya di pusat kota ada lapak penjualan hewan. Maka dari itu ini akan kami tindak,” sebutnya.

Ia berharap pelaku usaha yang bergerak di bidang tersebut mematuhi peringatan yang sudah dikeluarkan.

Meskipun saat ini pelaku usaha dagang sapi turut terdampak Covid-19, namun mereka tetap harus mematuhi aturan.

Meskipun menurut mereka pembukaan lapak ini bertujuan untuk memudahkan pembeli dalam menjangkau lokasi pembelian hewan kurban.

”Intinya dua minggu lagi kami akan turun bersama Ditpam, Satpol PP untuk menindak mereka yang masih melanggar. Kami sudah kasih waktu dalam dua minggu ini untuk menutup lokasi yang tidak memiliki izin ini tersebut,” ujarnya.

Data dari DKPP Kota Batam, ada total 13.980 ekor hewan ternak yang masuk ke Batam
tahun lalu. Dengan perincian 10.446 ekor kambing dan 3.534 ekor sapi yang tersebar di 87 pedagang se-Kota Batam.

Jumlah ini hampir sama setiap tahunnya. Sapi dan kambing didatangkan dari Pulau Jawa, Sumatra, dan daerah lainnya untuk memenuhi kebutuhan jelang Iduladha.(jpg)