batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam telah mendata ulang armada pengangkut sampah yang rusak.

Dari pendataan tersebut, terdapat 70 unit armada yang rusak. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Batam tahun 2020, Mochamad Mustofa, mengatakan, pihaknya telah mendapatkan data armada yang rusak tersebut.

Dari data yang diterima, terdapat 70 kendaraan yang rusak dan 20 persen di antaranya sudah tak laik jalan.


“Kami sudah mendapatkan jawaban atau surat resmi, yang nanti kami jadikan landasan untuk sebuah kesimpulan bahwa yang dari 70 ada sekitar 20 persen atau 10 sampai 15 unit yang memang harus dihancurkan karena sudah tidak layak betul,” ujar Mustofa, Rabu (30/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Petugas kebersihan mengangkut sampah di kawasan SP Plaza, Batuaji.
Foto: batampos.co.id / Dalil Harahap

Puluhan armada lainnya masih memungkinkan untuk dilakukan perbaikan. Sehingga bisa dikategorikan laik jalan dan mendapat sertifikat uji KIR.

Tim Pansus selanjutnya akan melaporkan data ini kepada Ketua DPRD Kota Batam agar menjadi kesimpulan dari pendalaman yang dilakukan Tim Pansus LKPJ Wali Kota Batam.

“Supaya kalau pun nanti dianggarkan untuk perbaikan armada, maka secara otomatis anggarannya itu menjadi anggaran prioritas,” katanya.

Ia menambahkan, untuk armada yang sudah harus dihancurkan atau dikeluarkan dari aset, Tim Pansus meminta untuk diganti atau pembelian armada baru.

Sebab, dengan akan dihancurkannya 20 persen, armada itu otomatis akan mengurangi aset.

“Tentunya harus ada pembelian aset baru. Jadi itu nanti yang akan menjadi kesimpulannya,” imbuh politisi dari Fraksi PKS tersebut.(jpg)