batampos.co.id – Resmi dibuka, pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diminta untuk memahami persyaratan serta formasi yang akan dipilih saat mendaftar.

Kepala UPT BKN Batam, Delpa Nopri Kasmi, mengatakan, selama ini, banyak calon peserta yang gagal karena kesalahan administrasi saat mendaftar. Selain faktor terburu-buru kesalahan ini juga disebabkan karena tidak memahami persyaratan yang sudah ditentukan.

”Akhirnya banyak yang tidak lolos, makanya saya minta untuk benar-benar memahami dulu sebelum mendaftar. Karena banyak yang ragu sehingga gagal saat login pendaftaran,” kata dia saat dijumpai di kantornya, Rabu (30/6).


Ia menjelaskan, sesuai dengan keterangan dari pusat, pendaftaran dibuka serentak untuk CPNS, PPPK guru dan non guru bagi instansi yang membuka penerimaan tahun ini.

”Hari pertama ini masih sulit diakses, mungkin karena masih menunggu penyesuaian sistem dan hal lainnya di pusat. Namun sembari menunggu pelajari dulu biar nanti tak gagal saat daftar,” sebutnya.

Waktu pendaftaran dibuka selama tiga minggu, dan cukup panjang. Peserta diminta untuk menyiapkan berkas sesuai dengan yang diminta. Unggah dokumen sesuai dengan permintaan, guna menghindari kegagalan saat pendaftaran.

Prinsipnya BKN Batam hanya sebagai pelaksana atau memfasilitasi peserta untuk ujian nantinya. Ia menyebutkan ada dua tes yang akan diikuti. Pertama seleksi kompetensi dasar (SKD), kedua seleksi kompetensi bidang (SKB). Tes dilakukan dengan sistem komputerisasi atau CAT.

”Informasi baru itu saja. Sedangkan untuk passing grade masih menunggu dari pusat. Saat ini yang baru keluar itu untuk sekolah kedinasan, sedangkan yang lain belum,” sebutnya.

Mengenai ruangan yang akan digunakan untuk CPNS, pihaknya menyiapkan satu ruangan berkapasitas 50 orang. Namun karena pandemi Covid-19 kapasitas diatur ulang sesuai dengan arahan Tim Satgas Covid-19 Batam. Untuk antisipasi BKN Batam juga menyediakan satu ruangan khusus bagi mereka yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat.

”Ini antisipasi saja. Kalau nanti ada calon peserta yang suhu tubuhnya tinggi. Ada lima komputer yang kami siapkan di ruangan khusus tersebut,” ujarnya. (*/jpg)