batampos.co.id – Vaksinasi yang gencar dilakukan di Batam tidak hanya menyasar tenaga
kesehatan (nakes), TNI-POLRI, pegawai pemerintahan dan masyarakat umum, tapi juga
kalangan pekerja industri manufaktur di Batam.

Tercatat, sudah 75 persen pekerja industri di Batam sudah divaksin.

“Target pekerja yang akan divaksin itu mencapai 125 ribu pekerja. Alhamdulillah, 75
persen sudah divaksin dosis pertama,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota
Batam, Rudi Sakyakirti, Jumat (2/7/2021).


Rudi mengungkapkan, pekerja yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama itu berasal dari 24 kawasan industri di Batam.

Antara lain, industri yang ada di Kawasan Industri Batamindo dan Mukakuning. Selebihnya, 30 perusahaan di luar kawasan industri.

Rudi mengungkapkan, tingginya capaian vaksinasi di kalangan pekerja tak terlepas dari tingginya antusiasme pekerja untuk vaksinasi. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan serta dorongan pihak perusahaan untuk menyukseskan vaksinasi di lingkungan perusahaan.

Apalagi sebelumnya klaster pekerja merupakan salah satu penyumbang kasus Covid-19 terbesar di Batam, beberapa bulan lalu.

”Pastinya perusahaan mau pekerjanya sehat. Tidak ingin ada yang terpapar dan tentu
ingin pekerjanya memiliki imun yang kuat. Itu bisa didapat melalui vaksinasi,” ujar Rudi.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam itu,
menambahkan, kebijakan perusahaan yang mewajibkan calon pelamar untuk wajib
vaksin, juga turut mendorong pelaksanaan vaksinasi.

”Itu kebijakan perusahaan, mereka ingin menghadirkan suasana yang baik di lingkungan kerja. Jadi pencaker terdorong untuk vaksin agar bisa memenuhi syarat yang dikeluarkan perusahaan,” tuturnya.

Menurutnya, vaksinasi di lingkungan pekerja bisa sukses 100 persen, karena dari segi
usia rata-rata masih dalam usia produktif.

Namun, kendalanya saat mejalani proses skrining ada yang tidak lolos karena tensi mereka tinggi.

”Makanya, capaian baru di angka 75 persen. Kendati demikian, diharapkan bulan ini bisa semua divaksin. Masih ada 25 persen lagi target yang belum divaksin. Kecuali mereka yang hamil dan punya penyakit bawaan yang membahayakan kesehatan mereka, maka tidak divaksin,” jelasnya.

Mengenai vaksin gotong royong, pria yang merupakan lulusan Universitas Andalas
(Unand) ini mengaku belum menerima kabar terkait ketersediaan vaksin di Batam.

Menurutnya, saat ini pekerja sudah hampir semua divaksin, sehingga tidak ada masalah
jika vaksin gotong royong belum tersedia dalam waktu dekat ini.

”Hampir 100 persen pekerja divaksin. Mungkin Juli ini bisa selesai dan capai target. Kalau pun datang nanti mungkin bisa digunakan untuk pekerja yang belum divaksin,” ungkapnya.

Untuk vaksin gotong royong leading sector-nya adalah Kamar Dagang Indonesia
(Kadin) Batam. Pihaknya hanya menerima saja jika memang vaksin itu ada di Batam.

”Untuk pelaksanaan nanti pasti dari Dinkes. Kalau kami paling menyiapkan perusahaan yang memiliki pekerja untuk divaksin,” tutupnya.(jpg)