batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyelesaikan tiga proyek
pengembangan jalan yakni jalan yang melewati Pelabuhan Batuampar, jalan Pasir Putih
Batam Center dan Jalan Hang Kesturi di Kabil.

”Tiga proyek jalan di Batuampar, Batam Center dan Kabil sudah selesai. Sekarang kami
fokus di pengembangan jalur baru di Southlink Jalan Gajah Mada,” kata Kasubdit Pem-
bangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Himawansyah, Jumat (2/7/2021).

Hal yang paling unik yakni sebenarnya pembangunan jalan di Pasir Putih Batam Center belum sepenuhnya selesai.

BP Batam hanya mengerjakan ruas sebelah kiri jalan. Jalur sepeda juga dibangun di ruas tersebut.

”Sebelah kanan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang akan mengerjakannya,”
jelasnya.

Jalan yang dibangun sepanjang kurang lebih dua kilometer ini, dibangun oleh PT Multi Sindo Internasional dengan anggaran Rp 23,5 miliar.

Proyek ini selesai pada 21 Mei lalu. BP Batam mengerjakan ruas jalan hingga mendekati pintu masuk Ocarina.

Pembangunan Jalan Kolektor Bundaran Madani sampai dengan Ocarina, Bengkong Sadai. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Selain ruas kanan jalan, Pemko Batam juga mengembangkan jalan penghubung yang menuju Bengkong Sadai.

Kondisi jalan sekarang merupakan jalan tanah. Meski tidak deras, hujan yang sering turun cukup membuat jalanan tersebut penuh lumpur.

Beberapa kali, pengendara motor terjatuh karena jalanan yang licin tersebut. Sementara itu, jalan di Batuampar yang dibangun sepanjang 1,5 kilometer telah selesai 21 Mei lalu.

Proyek ini dikerjakan PT Pulau Bulan Indo Perkasa dengan anggaran Rp 22,2 miliar. Jalan Menjadi Lima Lajur Pembangunan jalan juga dilakukan di wilayah Batuaji.

Dimana ruas jalan depan masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji lebih luas dan lapang.

Jalan Brigjen Katamso ini sedang dalam proses peningkatan dari jalan dua lajur jadi lima lajur.

Adalah Pemerintah Kota Batam yang meningkatkan akses jalan di sekitar lokasi
masjid terbesar se-Sumatra tersebut.

Targetnya sektor pariwisata di Batam kembali bergairah sebab masjid Sultan Mahmud
Riayat ini merupakan masjid yang cukup besar, megah dan diminati wisatawan religi dari
negara tetangga.

Wali kota Batam Muhammad Rudi, sebelumnya menyebut peningkatan akses jalan depan
lokasi masjid ini dilakukan serentak dengan penataan tiga persimpangan di Batuaji yakni Simpang Barelang, Simpang Basecamp dan Simpang Fanindo.

Tujuannya tentu untuk kelancaran arus lalu lintas dan juga penataan wajah perkotaan di Batuaji dan Sagulung yang memiliki sejumlah lokasi destinasi wisata.

Pantauan di lapangan, proyek peningkatan jalan di tiga lokasi tersebut sedang digesa. Persimpangan umumnya masih dalam tahap persiapan lahan untuk pelebaran bahu jalan, sementara untuk jalan depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sudah memasuki tahap pengaspalan.

Pengaspalan mulai dari depan masjid hingga simpang pasar Fanindo. Warga dan pengguna jalan setempat menyambut baik dan mengapresiasi Pemko Batam yang mulai memperhatikan pembangunan khususnya peningkatan akses jalan di Batuaji dan Sagulung.

Selama ini akses jalan di sana kurang begitu bagus sebab masih sebatas akses jalan dua jalur dan dua lajur.

Harapan masyarakat agar seluruh akses jalan di sana dibenahi demi kelancaran
arus lalu lintas.

”Tinggal yang dari provinsi. Seperti jalan menuju Marina itu masih terlalu sempit.
Semoga segera dikerjakan biar sejalan dengan proyek dari Pemko Batam ini,” ujar
Siprianus, warga Marina.(jpg)