batampos.co.id – Oknum Pegawai kejaksaan inisial MR dan BI diciduk petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan di kawasan Kawal Bintan, Rabu (30/6/2021).

Selain dua oknum, petugas juga mengamankan pihak swasta yakni RR yang diduga
ikut melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) di kawasan Bintan.

Saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), petugas menyita barang bukti uang sebesar Rp 50 juta serta tiga ponsel milik tiga pelaku.


Asisten Intelijen Kejati Kepri, Agustian Sunaryo, menjelaskan dari hasil pengecekan dan penjejakan, diperoleh informasi dua oknum pegawai kejaksaan meminta sejumlah uang kepada Kades di wilayah Bintan.

Dua oknum MR dan BI berusaha memeras dengan modus mengancam Kades. Dua ok-
num diketahui mengaku mempunyai data penyimpangan Dana Desa.

Sementara pihak swasta RR diduga berperan sebagai penghubung antara dua oknum dan Kades.

Atas informasi tersebut, Kejati Kepri langsung membentuk tim pengamanan dan melakukan penangkapan.

”Dua oknum ini mengaku Jaksa. Awalnya meminta uang Rp 100 juta. Tapi mereka mendapatkan Rp 50 juta,” ungkap Agustian di Kantor Kejati Kepri, Jumat (2/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dari hasil penyelidikan terhadap oknum pegawai Tata Usaha Kejari Tanjungpinang MR, dan pegawai Tata Usaha Kejari Bintan BI, diperoleh kesimpulan keduanya telah melakukan tindakan tercela dan perbuatan pidana.

”Tiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

”Tiga tersangka ditahan di Rutan Polres Bintan guna proses hukum,” tegas.(jpg)