batampos.co.id – Kondisi kesehatan mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, yang terpapar Covid-19 terus membaik.

Bahkan, Ismeth yang pernah menjabat kepala BP Batam itu, sudah boleh pulang ke rumah, setelah sehari mendapat perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan
(RSBP) Batam.

Ismeth yang kini berusia 74 tahun menjalani isolasi mandiri di rumahnya karena dinyatakan positif Covid-19.


”Iya, Pak Ismeth kemarin (Kamis, 1/7, red), pulang untuk isoman (isolasi mandiri) di rumah. Karena merasa keluhannya hanya ringan,” kata Direktur RSBP Batam, Afdhalun Anwar Hakim, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, edisi sabtu (3/7/2021).

Karena keluhan ringan tersebut, Ismeth bisa dirawat di rumah. Namun, kata Afdhalun, kondisi yang bersangkutan harus tetap dicek selama isolasi mandiri.

”Dikatakan sehat belum, harus dicek lagi setelah isoman,” jelas dokter spesialis jantung
dan pembuluh darah itu.

Terpisah, Didi Kusmarjadi, menjelaskan, meskipun dinyatakan positif Covid-19, kondisi Ismeth normal dan tidak ada masalah.

”Menurut saya, seharusnya beliau (Ismeth Abdullah) tidak perlu masuk ke rumah sakit, karena kondisinya normal tidak ada masalah,” imbuhnya.

Dia juga meluruskan bahwa yang bersangkutan tidak masuk ke ruang ICU. Ismeth hanya mengalami keluhan ringan, meskipun dinyatakan positif Covid-19.

”Jika ada berita beliau masuk ruang ICU itu tidak benar. Beliau memang positif, tapi kalau sudah dipulangkan kemungkinan dalam masa penyembuhan dan tidak menular,” ungkap Didi.

Sementara itu, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam menyebutkan belum ada penurunan drastis sampel pemeriksaan Covid-19 yang masuk selama sepekan ini.

Sampel masuk masih fluktuatif di angka 300 hingga 600 sampel per hari. Sampel-sampel yang masuk dari berbagai layanan kesehatan di Batam dan Kepri serta sampel Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani proses karantina.

”Masih stabil di angka paling sedikit 300 dan paling banyak 600 sampel. Masih bisa kita atasi karena kapasitas pemeriksa sampel di BTKLPP bisa sampai 800 sampel per hari,”
ujar Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa.

Pemeriksaan sampel di BTKLPP Batam umumnya memakan waktu paling lama dua hari. Pemeriksaan masih memprioritaskan sampel PMI demi mencegah masuknya varian terbaru ke Tanah Air.

Untuk PMI pemeriksaan sampel dilakukan sebanyak dua kali.

”Tidak ada kendala yang berarti. Tim dan peralatan pemeriksaan masih mencukupi,” ujar Budi.(jpg)